Ulah Pati di Bali

Ini Pertanda Jelas Geg Kadek pada Ibunda Sebelum Ulah Pati di Jembatan Sukasada Buleleng

Ini Pertanda Jelas Geg Kadek pada Ibunda Sebelum Ulah Pati di Jembatan Sukasada Buleleng

|
istimewa
Ini Pertanda Jelas Geg Kadek pada Ibunda Sebelum Ulah Pati di Jembatan Sukasada Buleleng 

Sesampainya di sana, pria 45 tahun itu melihat langsung korban yang telah berada di bawah jembatan setelah melakukan ulah pati.

"Peristiwa ini segera diinformasikan ke grup pecalang desa, kemudian dilaporkan ke Polsek Sukasada untuk mendapat penanganan lebih lanjut," jelasnya. 

Lanjut Kasi Humas, pihaknya yang sudah mengetahui identitas korban ulah pati segera mendatangi kediamannya dan meminta keterangan dari pihak keluarga di Tabanan.

Berdasarkan keterangan ibu korban, bernama Wayan Widiani, diketahui jika gadis 19 tahun itu meninggalkan rumah pada pukul 08.00 wita. 

"Yang bersangkutan pamitan keluar, dengan alasan untuk membeli lauk karena lapar. Ia membawa motor suzuki shogun yang ditemukan di TKP ulah pati. Tapi karena tak kunjung pulang, ibunya sempat menelpon beberapa kali namun tidak diangkat," ujarnya. 

Rupanya, saat sang ibu menelpon korban sedang melakukan aksi ulah pati di Jembatan Sukasada.

Sang Ibu sempat merasakan ada hal yang tak biasa sehingga berupaya menelpon korban ulah pati tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Sukasada ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Diantaranga luka pada lengan kanan, patah tulang pada lengan, luka lebam di pelipis mata sebelah kanan, luka lecet dibagian tangan dan kaki.

"Diperkirakan yang bersangkutan meninggal dunia kurang lebih 2 jam sebelum ditemukan," jelasnya. 

Sementara disinggung terkait motifnya, AKP Diatmika mengatakan diduga karena masalah asmara.

Sebab berdasarkan keterangan ibunya, diketahui sekitar 5 hari lalu, korban sempat putus dari pacarnya.

 "Dugaan awal, yang bersangkutan ulah pati dengan cara melompat karena masalah asmara," tandasnya.

 

Berita atau artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasakan tanda-tanda depresi dan memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Anda juga bisa simak hotline https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved