Berita Denpasar

Kelompok Wanita Tani Kalpataru di Denpasar Luncurkan 4 Varian Jamu Kesehatan

Kelompok Wanita Tani Kalpataru di Denpasar Luncurkan 4 Varian Jamu Kesehatan

istimewa
Kelompok Wanita Tani Kalpataru di Denpasar Luncurkan 4 Varian Jamu Kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalpataru di Denpasar, yang bermitra dengan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), meluncurkan produk yang berfokus pada kesehatan.

Ada empat produk minuman kesehatan atau jamu yang diluncurkan di Desa Sanur Kaja, Denpasar, Bali.

Diharapkan jamu ini dapat memberikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat.

Minuman kesehatan ini mengandung bahan-bahan alami seperti kunyit, temulawak, dan jahe, yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Indonesia.

Baca juga: Pasca Mundurnya Sundayana, Golkar Lirik Suardana untuk Dampingi Sugawa Korry di Pilkada Buleleng

“Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara KWT Kalpataru dan mahasiswa ITB-AD dalam rangka pengembangan produk berbasis tradisional yang bisa bersaing di pasar modern,” kata ketua KWT Kalpataru, Ni Wayan Eka Sulistia Dewi, Selasa 20 Agustus 2024.8.20

Ia menambahkan, peluncuran ini merupakan langkah untuk memperkenalkan jamu kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami bekerja sama dengan mahasiswa ITB-AD untuk memastikan bahwa produk ini memenuhi standar kualitas tinggi dan bisa diterima di pasar global,” ujarnya.

Baca juga: 23 Desa Pesisir Jembrana Berpotensi Tsunami, Sosialisasi terkait Ancaman Gempa Megathrust di Bali

Sementara itu, Dosen Pembimbing dari ITB-AD, Yanti Budiasih mengatakan, kerja sama antara KWT Kalpataru dan mahasiswa kami merupakan contoh nyata dari kolaborasi yang saling menguntungkan.

 

“Melalui dukungan dan bimbingan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga turut berkontribusi pada pengembangan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

 

Ia juga menyoroti pentingnya inisiatif semacam ini dalam konteks pengembangan produk lokal.

 

“Produk seperti ini tidak hanya memperkenalkan manfaat kesehatan jamu kepada masyarakat luas, tetapi juga membantu mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Ini adalah langkah penting dalam memadukan inovasi dengan tradisi,” imbuhnya.

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved