Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Ikon Wisata Pedestrian Gajah Mada Rusak! Dinas PUPR Denpasar: Baru Rencana Penataan

Ia mengakui pedestrian tersebut banyak mengalami kerusakan terutama pada lantainya. Namun, menurutnya, lantai yang pecah sudah dalam perbaikan.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
PEDESTRIAN - Kendaraan melintas di jalan Gajah Mada Denpasar, Rabu (21/8). Pedestrian di Jalan Gajah Mada mengalami kerusakan. 

TRIBUN-BALI.COM  - Pedestrian di kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Denpasar sudah mengalami beberapa kerusakan. Namun belum jelas kapan Pemerintah Kota Denpasar akan melakukan penataan. Pedestrian ini dianggap salah satu ikon kawasan wisata heritage Kota Denpasar.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Ida Ayu Trisuci mengatakan, sampai saat ini belum ada DED (Detail Engineering Design) untuk penataan Jalan Gajah Mada.

Ia mengakui pedestrian tersebut banyak mengalami kerusakan terutama pada lantainya. Namun, menurutnya, lantai yang pecah sudah dalam perbaikan. Dayu Trisuci mengungkapkan, penataan Gajah Mada baru akan menuju tahap perencanaan.

Baca juga: Putusan Baleg Untungkan Kaesang, PDIP Tak Dapat Usung Calon di Jakarta, Trending Peringatan Darurat

Baca juga: DIDUGA Benda dari Zaman Batu, Disbud Buleleng Identifikasi Temuan Sarkofagus

Perencanaan baru akan dilakukan pada anggaran perubahan. Target pengerjaan fisik inilah yang belum diketahui kapan akan dilakukan. Sebab, pihaknya masih akan mengajukan anggaran sesuai perencanaan.

"Kerusakan pedestrian rencana akan diperbaiki, masih penyusunan perencanaannya. Target perbaikan fisiknya belum bisa kami memastikan yang jelas sudah ada rencana penataan," jelasnya, Rabu (21/8).

Kata Dayu Trisuci, penataan nantinya tergantung anggaran yang diajukan terealisasi atau tidak. Sebab, untuk tahun 2024 dipastikan anggaran untuk penataan Jalan Gajah Mada memang belum ada.

Ia juga tidak berani menjamin jika pelaksanaan fisik bisa dilakukan di tahun 2025.  Jika penataan itu terealisasi kemungkinan desainnya yang akan berubah. Namun secara bentuk dan fungsi, masih dipertahankan seperti sebelumnya.

"Ini tergantung anggaran perencanaan berapa nantinya nilai yang harus kita ajukan. Itu juga kalau terealisasi. Jadi, kami belum bisa memastikan kapan bisa kami lakukan penataan," jelasnya. (sup)

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved