bisnis
Kebijakan Pembatasan BBM Pertalite Segera Diterapkan! Pertamina: Bukan, Tapi Tepat Sasaran
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan, pihaknya berupaya kebijakan tersebut dapat dijalankan pada Oktober 2024.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai berlaku dalam waktu dekat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan, pihaknya berupaya kebijakan tersebut dapat dijalankan pada Oktober 2024.
Saat ini, kebijakan tersebut sedang dalam proses pengkajian. Adapun, beleid kebijakan yang dimaksud akan berbentuk Peraturan Menteri (Permen).
Pihak Pertamina Patra Niaga, meluruskan bahwa bukan pembatasan tetapi akan diatur lagi masyarakat yang berhak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.
“Jadi yang perlu digarisbawahi bahwa ini tidak ada sama sekali pembatasan, tapi kami berusaha menanamkan kepada masyarakat bahwa masyarakat tidak bisa seenaknya mengkonsumsi BBM bersubsidi.
Karena ada anggaran negara di dalamnya. Sehingga penggunaannya pun harus bisa dimanage atau direncanakan untuk perjalanan sehari-harinya dan tidak bisa mengkonsumsi semau-maunya,” ujar Section head Communication Relations Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan, Rabu 28 Agustus 2024.
Baca juga: Bupati Tamba Target Angka Stunting Lebih Rendah Dari Provinsi, Dorong Wujudkan Keluarga Berkualitas
Baca juga: TEMBAK Jatuh Drone! Polda Bali Itu untuk Hindari Sabotase di Sekitar KPU, Selama Tahap Pendaftaran
Menurut Taufiq, sistem ini justru dapat meminimalisir adanya penyalahgunaan yang selama ini terjadi karena pelayanan selama ini ditentukan antara human to human sehingga kadang terjadi human error.
Ketika kita sudah pindahkan pelayanannya, menjadi tiga perempatnya adalah ditentukan dengan faktor digital tentunya faktor human error ini akan bisa terminimalisir dan bisa di nol kan.
“Sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan BBM seperti yang didengar di wilayah-wilayah lain. So far saat ini tidak ada penyalahgunaan yang terlalu berarti di wilayah Bali.
Dan harapannya dengan ditunjang oleh sistem subsidi tepat ini, bisa meminimalisir nol human error dan penyalahgunaan yang dilakukan oleh faktor human karena pelaksanaannya sudah secara digital,” paparnya.
Ia menambahkan, pada prakteknya nanti begitu diterapkan nozzle mesin pompa itu tidak akan mengucur, dan tidak akan mau ditarik kalau dia tidak match dengan data QR Code yang dimiliki oleh kendaraannya atau tidak bisa discan.
Mengenai modus masyarakat memodifikasi tangki kendaraannya, Taufiq menyampaikan akan ada alokasi BBM terhadap setiap kendaraan yang telah didaftarkan.
“Pasti nanti ketika sudah daftar subsidi tepat ada alokasi kendaraannya, saat ini diberikannya itu sampai tiga kali kapasitas rata-rata konsumen Pertalite.
| IMING-iming Pajak 0 Persen, KEK Kura-Kura Jadi Indonesia Financial Center? Saingi Dubai & Singapura! |
|
|---|
| TransNusa Raih Penghargaan Top Airlines by Absolute Passenger Growth – Southeast Asia Category |
|
|---|
| SINYAL Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan, Home Deco Expo Bali pada 20-23 Mei 2026 |
|
|---|
| Beras Lokal Belum Maksimal Terserap di FSJ |
|
|---|
| QRIS Wondr by BNI Kini Bisa Dipakai di China |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/avs-bs-bs-bse-nenrnratna.jpg)