Pilkada Bali 2024
Rencana Dijadikan Percontohan Green Election Saat Kampanye, Baliho Paslon Menjamur di Denpasar
Terkait masih menjamurnya baliho paslon tersebut, Ketua KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggreni pun angkat bicara.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Meski demikian, pihaknya akan mengundang semua calon untuk membuat kesepakatan.
"Kami akan undang biar ada komitmen, nanti kita kasi sanksi juga bagi yang melanggar," kata Lidartawan.
Pihaknya akan mengundang paslon ini sebelum penetapan yang digelar pada 22 September mendatang.
Mereka akan diajak berdiskusi terkait apa yang boleh dan apa yang tidak boleh termasuk sanksinya.
Dan kemudian, setelah penetapan calon, akan dilakukan penandatanganan kesepakatan green election sesuai dengan diskusi yang telah dilakukan.
Pihaknya pun merencanakan Denpasar dan Badung zero baliho.
Apalagi di Denpasar dan Badung infrastrukturnya paling lengkap mulai dari videotron hingga billboard.
Sementara kabupaten lain akan dilakukan pembatasan penggunaan baliho.
"Kami merencanakan, apakah paslon setuju atau tidak, kalau tidak ya itulah kualitas pemimpin kita," katanya.
Dan rencananya pelanggaran tidak akan ditindak Satpol PP agar tidak ada benturan kepentingan, di mana langsung ditindak KPU dan Bawaslu.
Selain itu, pihaknya juga akan mengajak paslon untuk ikut menanam pohon di 1.000 titik secacara serentak dan disiarkan langsung lewat 1.000 zoom.
Dengan jumlah pohon yang akan ditanam sebanyak 250 ribu pohon. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.