Berita Klungkung

Puluhan Petani Desa Takmung Klungkung Ikuti Gerakan Tani Pro Organik!

Pada acara Farmer Field Day (FFD) atau Hari Lapang Tani yang digelar pada Kamis (5/9) dilakukan panen bersama di dua lokasi laboratorium lapangan.

istimewa
SEKOLAH LAPANG – Petani mengikuti program Sekolah Lapang Gerakan Tani Pro Organik yang digelar di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Kamis (5/9). 

TRIBUN-BALI.COM  - Program Sekolah Lapang (SL) Gerakan Tani Pro Organik digelar di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Kamis (5/9).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengaplikasikan teknologi pertanian organik. Di saat maraknya alih fungsi lahan pertanian.

Dengan aplikasi teknologi pertanian organik, diharapkan meningkatkan produktivitas petani dan pertanian yang berkelanjutan. 

Kepala Bidang Sumber Daya Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Bali, Sang Ayu Ketut Sri Wahyuni mengingatkan, pentingnya menjaga kelestarian pertanian, terutama di tengah semakin banyaknya lahan yang dialihfungsikan. 

“Pertanian harus tetap menjadi prioritas, dan para petani diharapkan bisa menjaga tanah mereka agar tetap produktif untuk generasi mendatang,” ujarnya saat hadir di Desa Takmung.

Baca juga: Satpol PP Jembrana Turunkan 13 Reklame! Simak Beritanya

Baca juga: Pedagang Berharap Ada Pinjaman Lunak, Pasar Umum Negara Segera Soft Opening, Ini Kata Tamba

Ilustrasi padi - Program Sekolah Lapang (SL) Gerakan Tani Pro Organik digelar di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Kamis (5/9).
Ilustrasi padi - Program Sekolah Lapang (SL) Gerakan Tani Pro Organik digelar di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Kamis (5/9). (Pixabay)

Program yang telah berjalan sejak April 2024 ini, melibatkan 30 petani dari 10 kelompok tani (Poktan) di Desa Takmung, yang selama empat kali pertemuan yang sebelumnya didahului dengan sosialisasi dan rembug tani.

Kegiatan Sekolah Lapang mempelajari inovasi-inovasi seperti pupuk organik padat dan cair, pestisida nabati yang ramah lingkungan, biochar sebagai pembenah tanah, mikroorganisme lokal, serta teknologi terbaru seperti Biosaka yang memanfaatkan zat pengatur tumbuh alami.

Pada acara Farmer Field Day (FFD) atau Hari Lapang Tani yang digelar pada Kamis (5/9) dilakukan panen bersama di dua lokasi laboratorium lapangan.

Panen ini bertujuan untuk mengukur produktivitas hasil panen melalui metode ubinan, guna memastikan hasil yang akurat dan representatif. 

Berdasarkan hasil pengambilan sampel ubinan, rata-rata produktivitas mencapai 7 ton per hektare, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan rata-rata produktivitas Kecamatan Banjarangkan pada tahun sebelumnya yaitu 6,2 ton per hektare.

Salah satu petani I Nyoman Karma mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat baginya. Bahkan menurutnya dengan bertani secara organik, biaya produksi bisa dikurangi.

“Bahan-bahan untuk pupuk organik dan pestisida nabati tersedia di sekitar kita, sehingga tidak perlu lagi membeli bahan kimia yang mahal,” ujar I Nyoman Karma.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida yang turut hadir menekankan, agar para petani menjual hasil gabahnya secara timbangan yang benar, untuk memastikan keadilan dalam perdagangan hasil panen. 

Hal ini juga ditegaskan kembali Koordinator Penyuluh Pertanian dari BPSIP Provinsi Bali, I Made Sukadana, yang meminta petani lebih teliti dalam menjual hasil panennya agar sesuai dengan standar yang berlaku. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved