Berita Bali
PJ Gubernur Curhat APBD Pemprov Bali Kecil
berbagai solusi sudah diterapkan mulai dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
"Kalau bisa dikerjakan oleh swasta, kenapa harus pemda? Fiskal kita sangat terbatas, yang paling kuat fiskalnya Badung. APBD Provinsi Bali hanya Rp6 triliun, itu tidak banyak. Sampai saya kaget ketika Kadisbud lapor ke saya, anggaran terbatas bahkan untuk perawatan Museum Bali saja setahun hanya Rp25 juta, saking minimnya anggaran kita," ungkapnya.
Mahendra Jaya juga mengatakan bahwa proyek pembangunan besar seperti LRT (Light Rail Transit) di Bali kemungkinan besar akan lebih efektif jika dibiayai oleh swasta atau melalui pinjaman luar negeri, mengingat keterbatasan fiskal provinsi.
"Korea sudah ketemu dengan saya, siap memberikan loan membiayai investasi LRT Bali dari Bandara dengan bunga sangat menarik dan kecil. Tapi persoalannya, kita harus mengembalikan pinjaman tersebut, sedangkan dana kita sangat terbatas," tutupnya.
| Menunggu Kepulangan Kadek Mas, Biaya Pemulangan Dari Punia Semeton Bali di Jepang |
|
|---|
| Pengangguran Lulusan SMA-SMK Masih Tinggi Di Bali, Sekolah Diminta Tinggalkan Pola Belajar Teori |
|
|---|
| Investasi Jangan Rusak Kawasan Suci, FOR HATI Bali Tuntut Pembangunan Berbasis Ekologi |
|
|---|
| Terima Audiensi FOR HATI Bali, Pansus TRAP Tekankan Evaluasi Total Perizinan dan Aset Daerah |
|
|---|
| Sira Village Pusat Perbelanjaan Outlet di KEK Kura Kura Bali Ditargetkan Beroperasi Juli 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/PJ-Gubernur-Bali-Akui-Salah-Satu-OPD-Pemprov-Minta-CSR-Pengadaan.jpg)