Berita Bali
DAMPAK Gempa Bumi, Atap Berjatuhan hingga Tembok Retak, BPBD Sudah Data Semua Kerusakan
Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) melakukan pendataan akibat gempa 4,8 magnitudo yang berpusat di Gianyar, Sabtu (7/9).
TRIBUN-BALI.COM - Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) melakukan pendataan akibat gempa 4,8 magnitudo yang berpusat di Gianyar, Sabtu (7/9). Dampak gempa ini, terdata kerusakan berupa tembok retak hingga atap berjatuhan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, gempa yang terjadi pada Sabtu 7 September 2024 pukul 10.00 Wita terasa cukup dahsyat.
"Yang merasakan merata, bahkan guncang di Gianyar Kota dengan di Ubud wilayah barat seperti Desa Sayan, sama-sama merasakan guncangan kuat," ujarnya, Minggu (8/9).
Baca juga: TEMBAK Menembak di Lapangan Paksebali oleh Polres Gianyar, 44 Polisi Upgrade Skill Penggunaan Senpi
Baca juga: TAJAMKAN Intuisi Guru Musik Tunanetra, Talenta Potensial untuk Jadi Pengajar Profesional
Dibya mengatakan, gempa tidak sampai menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian materi saja. Sebagian besar kerusakan terjadi di wilayah Gianyar timur. Di antaranya kerusakan atap rontok di balai banjar Bukit Sari di Desa Sidan, SDN 3 Sidan dan Kantor Dinas Pariwisata Gianyar.
Lalu di SMPN 3 Gianyar berupa tembok dan lantai ruang kelas retak serta genting rontok. Di SD Negeri 1 Temesi plafon ruang guru rusak. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Blahbatuh, tepatnya di desa pering, yakni SDN 5 pering mengalami tembok retak.
Sementara itu, Kepala BPBD Bali, Made Rentin mengaku sudah mendapat laporan dari BPBD Gianyar terjadi kerusakan ringan. Sementara relawan dari Besakih melaporkan getaran dirasakan cukup keras, tidak ada kerusakan.
“Seluruh kabupaten dan kota merasakan getaran gempa cukup keras, saat ini sedang dalam proses pengecekan dampak yang terjadi. Laporan terupdate akan kami sampaikan pada kesempatan pertama, semoga Bali tetap aman dan rahayu,” tutupnya. (weg/sar)
| Pemuda Tani Bali Dukung Penghentian Impor Daging Babi, Dorong Peternak Lokal Lebih Berdaya |
|
|---|
| Urai Kemacetan, Menhub Siapkan Skema Water Taxi di Bali Estimasi Anggaran Rp1,21 Triliun |
|
|---|
| BKSDA Lepasliarkan 12 Ekor Curik Bali Hasil Penangkaran, Usul Penetapan Hari Curik Bali Nasional |
|
|---|
| 12 JALAK BALI Dilepaskan, BKSDA Ajukan Hari Curik Bali Nasional, Penetapan Diserahkan ke Gubernur! |
|
|---|
| Pansus TRAP DPRD Bali Kembali Soroti Pensertifikatan Tanah di Pecatu dan Sempidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/avwbebhenjrt.jpg)