Berita Gianyar
AKTIVITAS Pengerukan Sungai Petanu, Satpol PP dan Perbekel Tak Tahu & Segera Dilakukan Cek Lokasi
Kini di wilayah yang sama, kembali muncul aktivitas pengerukan sempadan sungai. Sejumlah masyarakat pun dibuat resah dengan aktivitas ini.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sungai Petanu wilayah Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar menjadi sorotan. Ada aktivitas pengerukan besar-besaran di bawah sebuah restoran.
Beberapa tahun lalu, jalan raya di atas Sungai Petanu wilayah Desa Batuan ini longsor besar. Pemkab Gianyar sampai harus membuat jalan baru dengan anggaran miliaran rupiah karena jalan sebelumnya ada di area labil.
Saat itu, para penggali batu padas diburu dan ditangkap. Mereka dianggap menjadi biang kerok longsor tersebut. Hingga saat ini, kegiatan penambangan batu padas di Sungai Petanu relatif berkurang.
Baca juga: KURANG Personil & Sarana-Prasarana, Satpol PP Pariwisata Badung Belum Maksimal, Simak Alasannya
Baca juga: WAJIB Pilah Sampah! Jika Tidak Maka Tak Diangkut, Mulai 1 Oktober, Pemkot Siapkan 10.000 Tas
Baca juga: TEGA! Gus Mang Bobol e-Banking Desak Trisna, Teman Kosnya Hingga Rp 70 Juta, Sisakan Cuma Rp5 Juta
Kini di wilayah yang sama, kembali muncul aktivitas pengerukan sempadan sungai. Sejumlah masyarakat pun dibuat resah dengan aktivitas ini. Mereka takut longsor tebing beberapa tahun lalu kembali terjadi.
"Saat penggali batu padas berkurang, itu memberikan rasa aman kepada warga dan pengguna jalan. Sebab jalan tersebut sudah pernah putus karena maraknya penggalian batu padas dan getaran kendaraan. Tapi sekarang ada penggalian sempadan sungai," ujar warga, Senin (16/9)
Ia yang tinggal di wilayah Desa Batuan ini tidak mengetahui peruntukan pengerukan sempadan sungai tersebut. Warga yang meminta namanya tak disebut ini berharap pihak terkait menjelaskan soal aktivitas ini.
Jika pengerukan itu legal, ia berharap otoritas memberikan jaminan bahwa aktivitas itu tidak akan menyebabkan kerusakan alam maupun fasilitas umum. Di atas pengerukan itu juga ada Taman Subak Petanu yang dibuat Mahayastra saat menjabat bupati periode pertama.
"Kami takut Taman Subak Petanu yang dibuat Bupati Mahayastra yang berada di atas aktivitas pengerukan dan jalan yang belum genap lima tahun selesai dibangun terkena dampaknya, semoga saja tidak jebol lagi," harapnya.
Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha mengaku belum menerima laporan terkait aktivitas tersebut padahal pengerukan sudah berlangsung lama. Ia janji akan segera mengecek aktivitas tersebut ke lokasi. "Belum ada laporan, nanti tim cek lokasi," ujar Watha. (weg)
Perbekel: Kami Tak Dilibatkan
Perbekel Desa Batuan, Ari Anggara juga mengaku tidak mengetahui tujuan pengerukan sempadan sungai tersebut. Ia mendapati aktivitas pengerukan sudah berjalan.
Ari mengatakan dirinya telah mengonfirmasi melalui kelian banjar terkait aktivitas ini. Informasi yang dia dapat, aktivitas tersebut telah mengantongi izin.
Namun Ari menegaskan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proses perizinan pengerukan sempadan sungai ini.
"Ada izinnya, sudah saya konfirmasi ke yang bersangkutan melalui Pak Kelian. Coba konfirmasi ke pemberi izinnya ya. Dalam kapasitas Pemdes, beberapa perizinan (kami) sudah tidak dilibatkan," ujarnya. (weg)
LANSIA Telantar & Kesepian Disemangati, Dinsos Gianyar Berikan Ini Bagi Mereka |
![]() |
---|
Adiknya Dihabisi Secara Brutal di Blahbatuh Gianyar, Kakak Made Agus: Saya Siap Habisi 3 Pelaku |
![]() |
---|
Istri Bupati Gianyar Tidak Lagi Duduki Jabatan Kadis, Dimutasi sebagai Asisten |
![]() |
---|
Megawati Hadiri Plebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Gianyar |
![]() |
---|
PRIA LOKAL Digerebek di Batubulan Gianyar, Polisi Temukan ini di Rumahnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.