Berita Klungkung

NIHIL Pelamar Formasi Dokter Spesialis! Penempatan di Nusa Penida Faktornya, 1.982 Daftar CPNS

Padahal di Nusa Penida saat ini sangat membutuhkan dokter spesialis untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan tersebut.

TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
PELAYANAN – Sejumlah pegawai memberikan pelayanan di RSUD Gema Santi Nusa Penida, Klungkung kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM - Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi dokter spesialis untuk penempatan di RS Gema Santi Nusa Penida, Kabupaten Klungkung nihil pelamar

Padahal di Nusa Penida saat ini sangat membutuhkan dokter spesialis untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan tersebut.

Kabid informasi, Pengadaan dan Pemberhentian, Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Klungkung, Anak Agung Istri Alit Pramawati mengatakan, hingga masa pendaftaran CPNS ditutup pada Selasa (10/9) kemarin terdaftar 1.982 pelamar di Klungkung. Hingga akhir masa pendaftaran, semua formasi dokter spesialis untuk penempatan di RS Gema Santi Nusa Penida tersebut nihil alias 0 pelamar.

“Formasi dokter spesialis yang nihil pelamar, mungkin karena penempatannya di Nusa Penida,” ungkap Agung Prama.
Kondisi ini tidak jauh berbeda dibandingkan rekrutmen CPNS tahun-tahun sebelumnya. Formasi dokter spesialis untuk penempatan di Nusa Penida selalu minim peminat.

Baca juga: Polres Buleleng Terima Hibah Pembangunan Gedung Rp 14 Miliar 

Baca juga: Impor Beras Melonjak 121,34 Persen, Indonesia Masih Dibanjiri Impor Pangan

PELAYANAN – Sejumlah pegawai memberikan pelayanan di RSUD Gema Santi Nusa Penida, Klungkung kemarin.
PELAYANAN – Sejumlah pegawai memberikan pelayanan di RSUD Gema Santi Nusa Penida, Klungkung kemarin. (ISTIMEWA)

Adapun formasi dokter spesialis yang nihil pelamar di RS Gema Santi Nusa Penida yaitu formasi dokter spesialis anak, dokter apesialis anestesiologi dan terapi intensif, spesialis bedah umum, spesialis Obgyn, spesialis ortopedi dan traumatologi, spesialis patologi klinik, spesialis penyakit dalam, dan spesialis radiologi.

Dokter spesialis tersebut sangat dibutuhkan. Sehingga nantinya masyarakat di Nusa Penida tidak lagi harus menyeberang untuk mendapatkan layanan dokter spesialis ke RSUD Klungkung.

Direktur RSUD Gema Santi Nusa Penida, dr. I Ketut Rai Sutapa saat dikonfirmasi Selasa (17/9) tidak menampik rekrutmen CPNS formasi dokter spesialis untuk penempatan di Nusa Penida minim pelamar

Menurutnya ada beberapa penyebab dokter spesialis enggan ditempatkan di Nusa Penida. Misalnya karena kecilnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sementara praktik RS Swasta masih sulit di Nusa Penida.

“Tahun ini di Kabupaten Badung ada dua RS baru yang buka formasi PNS untuk dokter spesialis. Kemungkinan berbondong-bondong (dokter spesialis) ikut rekrutmen ke Badung,” ungkap Rai Sutapa. 

Untuk tahun ini, Pemkab Klungkung mendapatkan 203 formasi untuk pengadaan CPNS tahun 2024. Jumlah formasi tersebut, terdiri dari 109 tenaga kesehatan dan 94 tenaga teknis. Jumlah ini juga sudah disesuikan dengan jumlah PNS yang memasuki masa pensiun pada tahun 2024. 

Dari jumlah itu, juga ada 56 formasi yang dapat didaftar disabilitas. “Hari ini (kemarin) terakhir untuk seleksi administrasi,” ujar AA Istri Alit Pramawati.

Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 19 September 2024. (mit)
Dibantu PGDS Kemenkes

Kabid informasi, Pengadaan dan Pemberhentian BKPSDM Kabupaten Klungkung, Anak Agung Istri Alit Pramawati menjelaskan, selain formasi dokter spesialis di RSUD Gema Santi, formasi lain yang juga nihil pelamar yakni formasi Fisikawan Medis penempatan di RSUD Klungkung.

Sementara itu, Direktur RSUD Gema Santi Nusa Penida, dr. I Ketut Rai Sutapa menjelaskan, di RS yang ia pimpin saat ini hanya memiliki 4 dokter spesialis yang berstatus PNS. Dari jumlah tersebut terinci spesialis bedah, anak, interna, dan saraf.

RSUD Gema Santi juga masih di-support dokter spesialis dari Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yaitu untuk spesialis obgyn, anastesi, radiologi, dan patologi klinik. “Program PGDS ini masa kerjanya 1 tahun,” ungkap Rai Sutapa. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved