Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Hindari Isu Negatif, Warga Gianyar Bali Diminta Konsumsi Daging Babi Matang

Hindari Isu Negatif, Warga Gianyar Bali Diminta Konsumsi Daging Babi Matang

Istimewa
Babi potong untuk keperluan Hari Raya Galungan dan Kuningan di sebuah kandang di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis 19 September 2024. 

 


TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Masyarakat Hindu di Kabupaten Gianyar, Bali dapat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan tanpa rasa cemas.

Sebab, pada babi tidak terkena isu negatif seperti Galungan sebelumnya.

Terlebih, stok babi saat ini pun tergolong aman atau mencukupi kebutuhan masyarakat. 

Baca juga: Melawan Istri di Denpasar Gara-gara iPhone 13, Kini Kena Batunya, Berakhir Diciduk

Dalam memastikan daging babi dan babi yang tersebar di masyarakat untuk keperluan Galungan, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar pun telah menurunkan tim pantau.

Pemantauan dilakukan bukan hanya dalam skala besar tetapi juga skala kecil. 

Kabid Kesehatan Hewan Distannak Gianyar, Made Santiarka membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Jelang Persewar Waropen vs Persela Lamongan Liga 2, Ini yang Dilakukan Ezechiel Cs di Jayapura

Kata dia, pemantauan kesehatan ternak babi dilakukan secara sampling. Kata dia, secara umum, babi-babi yang akan dijual untuk keperluan Galungan relatif aman dari penyakit.


"Pada beberapa titik kami pantau, kesehatan babi di peternak, secara umum sehat," ujar Santiarka, Kamis 19 September 2024.


Dia mengungkapkan bahwa untuk Gianyar bagian selatan, pasokan babinya terpusat di Kecamatan Blahbatuh, yakni di Desa Pering dan Desa Keramas. Sedangkan pasokan terbesar ada di Kecamatan Payangan dan Tegalalang.


Adapun populasi babi per akhir Agustus 2024 di Kabupaten Gianyar sebanyak 36.024 ekor. Dari data tersebut, sebagian besar merupakan babi potong yang berupa indukan dan babi di bawah berat 100 kilogram.


"Ketersediaan babi potong sekitar 9.000an ekor babi dengan berat di atas 100 kg atau siap potong tersedia. Biasanya babi siap potong ini dijual ke luar Gianyar," jelasnya.


Adapun kebutuhan rata-rata babi saat penampahan, kata dia, sekitar 5.025 ekor. Karena itu, babi potong di Gianyar  sudah surplus. Dengan kondisi demikian, harga babi hidup siap potong dengan berat di atas 100 kg adalah Rp 50 ribu per Kg sampai Rp 54 ribu per kg. "Kami berharap harga daging nanti tidak mengalami kenaikan dan dengan harga jual tersebut peternak dan konsumen sudah menikmati harga yang layak," ujarnya.


Made Santiarka mengimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi daging dan darah mentah, guna menghindari adanya penyakit atau bakteri masuk ke dalam tubuh. Ditakutkan, akibat kesalahan mengkonsumsi, dapat menimbulkan isu negatif terhadap babi. "Biasanya warga membuat adonan lawar plek dengan daging dan darah mentah, kami imbau lebih baik dikonsumsi dalam keadaan matang. Begitu pula dengan jeroan dari hati, jantung, paru-paru dan usus agar dibersihkan, direbus baru digoreng sesuai kebutuhan," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved