Berita Bali
Komit Turunkan Emisi Karbon di ASEAN, AirAsia dan Airbus Jalin Kerja Sama
Komit Turunkan Emisi Karbon di ASEAN, AirAsia dan Airbus Jalin Kerja Sama
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - AirAsia pada hari ini mengumumkan babak baru dalam kerja sama jangka panjangnya dengan produsen pesawat Eropa, Airbus.
Kerja sama ini bertujuan untuk memajukan penelitian mengenai inisiatif keberlanjutan penerbangan, dengan fokus pada penurunan emisi karbon di kawasan ASEAN.
Baca juga: NIAT TERAKHIR Kadek Adi ke Rumah Kandas Selamanya, Kecelakaan Tragis Jalur Tengkorak Jembrana
Dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara divisi keberlanjutan, AirAsia dan Airbus menjalin kerjasama untuk mengeksplorasi produksi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan/Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan pendekatan terdistribusi, menggunakan bahan baku dan teknologi alternatif di Asia Tenggara.
Kerjasama berbasis penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang yang dapat mendukung pengembangan komersial proyek-proyek yang menjanjikan, guna memperluas pasokan SAF di kawasan ASEAN.
Baca juga: Bicara Soal Karma Setelah Bebas Kasus Landak Jawa, Ini Pesan Nyoman Sukena untuk Pelapor
Nota Kesepahaman tersebut juga menetapkan ketentuan untuk bersama-sama menyelidiki langkah-langkah lanjutan guna meningkatkan manajemen lalu lintas udara atau air traffic management (ATM) dalam rangka mengurangi emisi CO2.
Dengan memanfaatkan program efisiensi bahan bakar terdepan dari AirAsia serta keahlian Airbus dalam teknologi penerbangan, antariksa dan layanan terkait lainnya, kedua organisasi akan mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan.
Baik AirAsia dan Airbus akan mengembangkan solusi yang dihasilkan dari proyek Single European Sky ATM Research (SESAR) dan menilai kesesuaiannya untuk diadaptasi ke langit di kawasan ASEAN.
“AirAsia akan menjadi mitra utama Airbus di ASEAN untuk menguji kelayakan output SAF yang dikembangkan dengan bahan baku dan teknologi alternatif, serta inisiatif ATM inovatif yang didukung oleh tim inovasi Airbus,” kata Capital A Chief Sustainability Officer, Yap Mun Ching, Kamis 19 September 2024.
Ia menyampaikan bahwa sebagai maskapai yang beroperasi di lima negara ASEAN, AirAsia memiliki pengalaman luas yang akan melengkapi teknologi Airbus.
“Kerjasama ini akan memulai berbagai proyek untuk meningkatkan kinerja lingkungan di industri penerbangan,” tambahnya.
Yap menyatakan bahwa kerjasama ini secara langsung menanggapi kebutuhan sektor penerbangan untuk berinvestasi dan mengembangkan solusi yang penting untuk mengurangi emisi karbon.
Selain meningkatkan efisiensi dan menggunakan SAF, Yap menambahkan bahwa langkah utama bagi AirAsia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 adalah dengan memperbarui armada pesawat ke model yang lebih hemat bahan bakar.
Pada bulan Juni lalu, AirAsia menerima pesawat A321neo baru pertamanya sejak pandemi Covid-19.
AirAsia juga akan menerima lima pesawat tambahan pada kuartal keempat tahun ini yang akan mulai beroperasi di Malaysia dan Thailand.
Mulai tahun 2024, semua pesawat Airbus yang dikirimkan ke AirAsia akan menggunakan campuran bahan bakar yang mengandung 5 persen SAF.
| Manfaatkan Limbah Untuk Hair Powder, Siswa SMPN 1 Denpasar Bali Raih Medali Emas MTE di Malaysia |
|
|---|
| Demi Upah 2 Juta Berujung Hidup Di Bui, Mantan Napi Jadi Kurir Sabu 2 Kg Di Bali, Dibekuk Saat Makan |
|
|---|
| Polresta Denpasar Amankan 2 Kg Sabu Senilai Rp6 Miliar Dari Tangan MT Di Bali |
|
|---|
| Bandara Ngurah Rai Perkuat Sinergi Promosi Pariwisata dengan BPPD Bali |
|
|---|
| PERKUAT Perlindungan PMI, BPJamsostek Banuspa Ingatkan Pekerja Terdaftar Jamsostek Sebelum Berangkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/CEO-Capital-A-Tony-Fernandes.jpg)