Berita Bali
PLTU Celukan Bawang Bali Jadi Korban Janji Tak Tuntas PT Victory
sebanyak 254 karyawan PT Victory yang bekerja di PLTU, terdapat 222 orang telah mengikuti prosedur dan kembali bekerja di bawah PT GAB dan GAP.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sekira 32 karyawan PT Victory Utama Karya mendatangi PLTU Celukan Bawang pada Senin 23 September 2024 lalu.
Namun mereka bukan berdemo menentang PLTU, melainkan menuntut kejelasan nasib dari PT Victory perusahaan penyedia tenaga kerja yang kontraknya telah berakhir di PLTU tersebut.
Di mana selama ini PLTU Celukan Bawang dikelola oleh PT General Energi Bali (GEB) bersama PT China Huadian Corporation (CHD) dalam kemitraan yang berlangsung selama 10 tahun.
Untuk perekrutan tenaga kerja, PT CHD menggandeng PT Victory.
Baca juga: Dampak Polemik PLTU Celukan Bawang, Warga Pilih Laporkan ke DPD RI Bali, Minta Segera Direlokasi
Setelah masa kontrak berakhir, kerja sama antara PT GEB dan PT CHD otomatis berakhir, termasuk dengan PT Victory.
PT GEB telah menawarkan kesempatan bagi para pekerja PT Victory untuk kembali bekerja di PLTU Celukan Bawang melalui PT Garda Arta Bumindo (GAB) dan PT Garda Satya Perkasa (GAP), yang menggantikan PT CHD sebagai mitra baru.
Syaratnya pekerja harus mengajukan surat pengunduran diri dari PT Victory sebelum melamar ulang melalui dua perusahaan tersebut.
"Sebelum kembali bekerja, tidak etis jika masih terikat kontrak dengan perusahaan lain," kata kuasa hukum PT GAB dan GAP, I Putu Wibawa, Rabu 25 September 2024.
Dari sebanyak 254 karyawan PT Victory yang bekerja di PLTU, terdapat 222 orang telah mengikuti prosedur dan kembali bekerja di bawah PT GAB dan GAP.
Mereka tidak mengalami perubahan dalam posisi maupun gaji.
“Ini kan cuma berganti baju saja, enggak ada yang berubah," ungkap Putu Wibawa.
Jhon Chua, mantan wakil supervisor divisi teknik produksi di PT Victory, adalah salah satu dari karyawan yang kembali bekerja.
“Setelah direkrut kembali semua tetap seperti biasa. Gaji dan jabatan kami tidak berubah," ujar Jhon, yang kini bekerja di bawah PT GAB.
Namun nasib 32 karyawan lainnya berbeda.
Mereka terjebak dalam janji PT Victory yang menjanjikan pesangon akibat berakhirnya kontrak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/PLTU-Celukan-Bawang-Bali-Jadi-Korban-Janji-Tak-Tuntas-PT-Victory.jpg)