Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Kami Kehilangan Pawang Terbaik, Kasus Pengendali Gajah Tewas Diamuk Gajah

SOP diterapkan bertujuan untuk memastikan keselamatan karyawan serta hewan. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya

Tayang:
istimewa
Kolase foto aparat kepolisian melakukan olah TKP di tempat gajah mengamuk dan gajah. 

TRIBUN-BALI.COM - Komang Resi Yasa (27) tewas dalam peristiwa tragis Taman Safari Bali, Desa Lebih, Gianyar. Pawang gajah atau mahout andalan Taman Safari ini mengembuskan napas terakhir karena diamuk oleh seekor gajah.

Komang Resi dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap gajah. Melalui keterangan tertulis, Taman Safari Bali menjelaskan sangat kehilangan  pawang gajah terbaik dalam sebuah peristiwa kecelakaan kerja.

Taman Safari Bali menyebabkan tragedi ini terjadi saat warga Lampung itu menjalankan tugasnya berinteraksi dengan gajah. Taman Safari menyatakan komitmen untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca juga: Mayat Gung Balang & Istri Sudah Autopsi, Pandangan Kriminolog Kematian Pasutri Dengan Luka Tusuk

Baca juga: Lokasi Bocor Pipa di Tempat Rumit, PDAM Badung Sulit Perbaikan, Minta Maaf Gangguan Layanan & Macet

"Almarhum merupakan sosok yang penuh dedikasi dan sayang merawat gajah. Kepergiannya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi seluruh tim kami dan komunitas pecinta satwa," ujar SVP Marketing Taman Safari Indonesia Group, Alexander Zulkarnain, Jumat (27/9).

Alex mengklaim Taman Safari menjunjung tinggi standar keselamatan kerja dan prosedur operasional yang ketat. Ia memastikan pawang satwa di Taman Safari telah menjalani pelatihan yang diperlukan dan bekerja sesuai SOP yang telah ditetapkan, termasuk dalam tugasnya berinteraksi dengan gajah.

SOP diterapkan bertujuan untuk memastikan keselamatan karyawan serta hewan. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta semua pihak yang mengenalnya," kata dia.

"Taman Safari Bali akan terus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan selama masa berkabung ini. Almarhum telah mengabdikan hidupnya untuk kesejahteraan gajah-gajah," paparnya.

"Pengabdian dan keahliannya dalam merawat satwa menjadi contoh bagi kita semua. Dedikasi almarhum akan selalu dikenang oleh semua yang mengenalnya, baik staf Taman Safari Bali maupun para pengunjung yang pernah menyaksikan dedikasinya," sambung dia.

Ia memastikan seluruh satwa yang berada di lingkungan Taman Safari dalam kondisi aman dan sehat. Seluruh area interaksi satwa telah dirancang dengan standar keselamatan tinggi untuk menjamin keamanan interaksi antara pengunjung dan satwa. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved