bisnis
Tak Semua PLTU Bisa Terapkan Carbon Capture and Storage, Simak Alasannya!
Direktur Eksekutif Institute Essential for Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, tak semua PLTU cocok menggunakan teknologi tersebut.
Editor:
Anak Agung Seri Kusniarti
ANTARA
PEMBANGKIT LISTRIK - Suasana di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.
Pensiun dini PLTU menjadi salah satu kebijakan pemerintah guna mempercepat transisi energi. Rencana ini sekarang mengalami kendala, karena kebutuhan biaya yang sangat besar.
Berdasarkan kajian Institute for Essential Services Reform (IESR), biaya untuk pensiun dini PLTU mencapai US$ 4,6 miliar (sekitar Rp 69,5 triliun) hingga 2030 dan US$ 27,5 miliar (sekitar Rp 415,7 triliun) hingga 2050. (kontan)
Berita Terkait
Berita Terkait: #bisnis
OKUPANSI Mal di Kisaran 75Persen, Bisnis Pusat Perbelanjaan Moderat, Dampak Masuknya Investasi Asing |
![]() |
---|
PUTUS Rantai Kemiskinan, BPJS Ketenagakerjaan Banuspa dan Pemrov Papua Selatan Teken MoU Jamsostek! |
![]() |
---|
HARGA Beras Tembus Rp15.500 Per Kg, Zulhas Sebut Terus Alami Kenaikan |
![]() |
---|
Pengembangan AI di 9 Kota Termasuk Bali, Begini Cara Telkom Melakukannya |
![]() |
---|
ANDRE Taulany Ajak Seluruh Pekerja Indonesia Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.