Berita Buleleng
KESAKSIAN Luh Suarnadi, Wanita Buleleng Ini Ketakutan, Bom Meledak Tak Jauh dari Dirinya
KESAKSIAN Luh Suarnadi, Wanita Buleleng Ini Ketakutan, Bom Meledak Tak Jauh dari Dirinya
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Memanasnya konflik di negara Lebanon membuat masyarakat sekitar panik, tak terkecuali Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mencari sesuap nasi di negara orang.
Seperti yang dialami Ni Luh Suarnadi. wanita asal Dusun Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini mengaku sempat ngungsi ke mes temannya akibat situasi sekitar mencekam.
Memang Luh Suarnadi tidak melihat secara langsung kejadian perang yang melanda Lebanon tersebut.
Baca juga: JADI TONTONAN! Pengeroyokan di Jalan Raya Puputan Renon, Dianiaya, Dikejar, Lalu Dihajar Lagi
Namun suara ledakan bom hingga tembakan yang menderu, tak dipungkiri membuat wanita 44 tahun ini ketakutan.
"Kalau pengalaman lihat langsung tidak ada, hanya berupa suara saja. Saat itu kejadiannya pada 27 September 2024 saat hendak pulang kerja, sekitar pukul 18.20 waktu setempat. Ketika itu saya mendengar suara ledakan bom," ungkapnya ditemui Kamis (10/10/2024).
Baca juga: PSK Tarif Rp 3,5 Juta Diciduk di Kuta, Pesan Lewat Website, Bisa Jadi Pacar hingga Service Lengkap
Selama tujuh tahun bekerja sebagai PMI di Lebanon, Suarnadi mengaku konflik ini baru pertama kali terjadi.
Suara ledakan yang didengar Suarnadi pun diakui jaraknya cukup dekat, yakni sekitar 10 menit dari lokasi tempat kerjanya yang ada di Kota Beirut.
Tentu saja kondisi ini membuat masyarakat Lebanon panik, tak terkecuali PMI lainnya yang juga sama-sama bekerja di tempat jasa spa seperti Suarnadi.
Karena bunyi ledakan bom kian parah, Suarnadi pun tak berani pulang ke mesnya. Ia memilih untuk mengungsi ke rumah rekannya sesama warga Bali.
"Saya terpaksa mengungsi ke rumah teman. Dia sama-sama orang Indonesia dan orang Bali juga. Kebetulan lokasi mesnya memang cenderung lebih jauh dari lokasi kejadian," imbuhnya.
Pulang Lewat Doha
Intensitas konflik yang terjadi Lebanon tak kunjung mereda.
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) pun akhirnya dipulangkan melalui jalur darat, menuju Qatar.
Ni Luh Suarnadi, salah satu PMI asal Buleleng, Bali mengaku bekerja sebagai terapis Spa di Lebanon
Sebelum dipulangkan ke Bali, ia sempat mengungsi selama tiga hari di mes temannya sejak tanggal 27 September 2024.
| Jro Putu Kaget Temukan Mayat Buruh Asal Karangasem di Saluran Irigasi Buleleng |
|
|---|
| Penerima Bansos Tak Layak di Buleleng Bali Bakal Dicoret, 103 Ribu KK Diverifikasi Ulang |
|
|---|
| Luh Djelantik Bagikan 1.000 Pasang ke Siswa Buleleng Bali, Tak Ragu Gunakan Gaji dan Tunjangan |
|
|---|
| BAGI 1.000 Pasang ke Siswa Sekolah di Buleleng, Luh Djelantik Ceritakan Dulu Pakai Sepatu Kebesaran! |
|
|---|
| Sambal dan Keripik Buleleng Bali Dibidik Masuk Pasar Timur Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/KESAKSIAN-Luh-Suarnadi-Wanita-Buleleng-Ini-Ketakutan-Bom-Meledak-Tak-Jauh-dari-Dirinya.jpg)