Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

KESAKSIAN Luh Suarnadi, Wanita Buleleng Ini Ketakutan, Bom Meledak Tak Jauh dari Dirinya

KESAKSIAN Luh Suarnadi, Wanita Buleleng Ini Ketakutan, Bom Meledak Tak Jauh dari Dirinya

Tayang:
istimewa
KESAKSIAN Luh Suarnadi, Wanita Buleleng Ini Ketakutan, Bom Meledak Tak Jauh dari Dirinya 

"Saya terpaksa mengungsi ke mes teman. Dia sama-sama orang Indonesia dan orang Bali juga.

Kebetulan lokasi mesnya memang cenderung lebih jauh dari lokasi kejadian (konflik)," ujarnya Kamis (10/10/2024).

Tiga hari mengungsi, kondisi di sekitar tak kunjung kondusif. Suara tembakan hingga ledakan terus terdengar.

Tank, tentara hingga mobil ambulans yang mondar-mandir, seolah memperkuat keyakinan dirinya untuk pulang ke Indonesia demi keamanannya.

Alhasil pada 1 Oktober 2024, ia memutuskan mendatangi KBRI di Beirut, Lebanon meminta untuk dipulangkan.

Pihak KBRI pun segera mengevakuasi ia bersama sejumlah PMI lainnya ke tempat aman yang jauh dari lokasi konflik. 

"Sehari kemudian proses pemulangan dimulai. Saya bersama 20 PMI lainnya diberangkatkan ke Doha, Qatar melalui jalur darat," ungkapnya.

Dari 21 PMI yang ada di bus, 3 orang diantaranya merupakan warga Bali. Satu orang dari Gianyar, dan dua orang dari Buleleng.

Yakni dirinya asal Dusun Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada dan seorang lagi bernama Ketut Septiani asal Desa Suwug, Kecamatan Sawan. 

"Kami naik bus yang disediakan oleh KBRI. Perjalanan dari Lebanon ke Doha membutuhkan waktu tiga hari, melewati perbatasan Suriah dan Yordania," imbuhnya. 

Kata Suarnadi, ia tiba di Doha pada tanggal 6 Oktober 2024. Kemudian selama 14 jam menempuh perjalanan udara dengan rute Doha-Jakarta, kemudian dari Jakarta diterbangkan Bali.

"Saya tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Selasa (8/10/2024) siang, dan tiba di Buleleng malam harinya," ucap ibu dua anak itu. 

Suarnadi menambahkan, pasca kejadian ini ia mengaku belum ada keinginan untuk kembali kerja di luar negeri.

Ia memutuskan untuk istirahat sementara waktu.

Kendati pihaknya tak memungkiri masa kontrak kerjanya masih sisa setahun. 

"Kalau di Lebanon kontrak kerjanya dua tahun. Ini merupakan keberangkatan saya ke tiga, sejak tahun 2017.

Sebelumnya saya sempat kerja di Turki tahun 2012-2016. Ada kemungkinan dipanggil lagi mengingat masih setahun kontrak.

Tapi kemungkinan tidak dalam waktu dekat. Sebab masih ada konflik di sana (Lebanon)," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved