Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Politik Nasional

Prabowo Akan Beri Bansos untuk Kelas Menengah, Termasuk Rileksasi Pajak?

Presiden terpilih, Prabowo Subianto menyatakan fokus memperkuat program bantuan sosial untuk kelas menengah.

Tayang:
Tribun Network
Presiden terpilih, Prabowo Subianto menyatakan fokus memperkuat program bantuan sosial untuk kelas menengah. Hal ini seiring banyaknya data yang mengindikasikan pelemahan daya beli masyarakat. 

TRIBUN-BALI.COM  - Presiden terpilih, Prabowo Subianto menyatakan fokus memperkuat program bantuan sosial untuk kelas menengah. Hal ini seiring banyaknya data yang mengindikasikan pelemahan daya beli masyarakat.


Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN Fanta) Prabowo-Gibran, Anggawira mengatakan, pemerintahan Prabowo akan fokus pada kebijakan-kebijakan yang langsung berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.


Selain itu juga untuk pengendalian inflasi, dan subsidi langsung untuk kebutuhan dasar. "Pemerintah juga berencana mempercepat pembangunan infrastruktur untuk membuka lebih banyak lapangan kerja," jelas Anggawira, Rabu (9/10).


Guna memperluas lapangan pekerjaan, Anggawira menyebutkan pemerintahan Prabowo juga akan memberikan insentif pajak bagi sektor-sektor tertentu guna memacu pertumbuhan industri dan memperluas lapangan pekerjaan. Untuk kelas menengah, Prabowo akan memperkuat program bantuan sosial terarah.

Baca juga: Komisi II DPRD Bangli, Bali Menggelar Rapat Kerja dengan Dinas Sosial Bangli, Kamis 10 Oktober 2024

Baca juga: Jumlah Pungutan Wisman Masuk ke Bali Capai Rp 251,9 Miliar 


Program-program tersebut di antaranya, pengurangan tarif pajak penghasilan (PPh) bagi kelas menengah, serta memperluas akses kredit konsumsi dengan bunga rendah untuk meningkatkan daya beli.


Pemerintah juga mempertimbangkan untuk menunda kenaikan PPN. "Itu akan membantu menjaga stabilitas harga barang dan jasa yang sering dibeli oleh masyarakat kelas menengah," ujarnya.


Belakangan banyak data mengindikasikan pelemahan daya beli masyarakat. Terbaru mengacu pada survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada September 2024 menunjukkan adanya penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). 


Setelah sebelumnya sempat mengalami peningkatan, IKK pada September 2024 turun menjadi 123,5 dari bulan sebelumnya berada pada angka 124,4. (kontan) 

 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved