Viral Bali

Viral Bali: Kasus Pesta Kembang Api di Pantai Berawa Kuta Utara, Ini Respon Tegas Nyoman Parta

Berita Viral Bali yang pertama masih terkait peristiwa video viral kasus kembang api di Pantai Berawa, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
istimewa
Tangkapan layar kembang api meletus saat sulinggih tengau mapuja - Viral Video Kembang Api Saat Sulinggih Sedang Mapuja, Diduga di Pantai Berawa, PHDI Bali Telusuri 

TRIBUN-BALI.COM – Berikut berita Viral Bali sepanjang 24 jam terakhir yang memantik perbincangan hangat publik di Bali hingga Rabu, 16 Oktober 2024.

Berita Viral Bali yang pertama masih terkait peristiwa video viral kasus kembang api di Pantai Berawa, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Teranyar, Anggota DPR RI asal Bali dari partai PDI Perjuangan I Nyoman Parta buka suara terkait insiden tersebut.

Baca juga: Viral Bali: Kebakaran di Lerang Gunung Agung, 2 Pria Asal Sumba Nyaris Bertikai Bawa Sajam di Kuta

Berikut ulasan selengkapnya:

Beredarnya video viral yang merekam kegiatan umat Hindu yang tengah menggelar ritual upacara kemudian dikejutkan oleh dentuman suara letusan kembang api terus bergulir.

Terbaru anggota DPR RI asal Bali, I Nyoman Parta mengaku terpukul atas peristiwa yang tidak mengenakkan yang dialami umat Hindu ketika menggelar upacara di Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali.

Sosok politikus PDIP asal Gianyar, Bali tersebut meminta para pejabat di daerah untuk tidak diam.

Nyoman Parta berharap pemerinta daerah Provinsi Bali, DPRD Bali, dan Pemerintah Kabupaten Badung juga DPRD Badung untuk berani bertindak tegas pada beach club yang menghidupkan kembang api di dekat umat yang tengah menggelar upacara keagamaan.

"Pj Gubenur jangan diam, anggota Dewan Bali jangan diam, Pj Bupati Badung, anggota Dewan Badung jangan diam," ujar Nyoman Parta emosional, Rabu 16 Oktober 2024.

Politikus yang beberapa kali menduduki kursi DPRD Gianyar dan DPRD Bali itu menilai, sikap diam pejabat daerah ini akan melemahkan posisi masyarakat Bali di rumahnya sendiri. 

Dia menegaskan bahwa Bali memang butuh aktivitas pariwisata sebagai penggerak perekonomian masyarakat Bali.

Namun ia menegaskan, aktivitas yang diharapkan ini tentunya harus menghormati adat dan budaya Bali. 

 Terlebih lagi, roh dari pariwisata Bali adalah tradisi, adat dan budaya masyarakat Bali yang dilestarikan oleh masyarakat dengan mendedikasikan waktu, tenaga dan ekonomi.  

Tanpa tradisi, adat dan budaya ini, Bali tidak akan menjadi magnet pariwisata dunia. 

Dia pun meminta seharusnya pemilik modal memahami hal ini. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved