Kebakaran Gunung di Bali
Kebakaran Hutan di Gunung Agung Mencapai 145 Hektare
Luasan tersebut terdiri dari 2 titik lokasi, yakni di wilayah Pengubengan, Desa Besakih dan di hutan lindung munduk Pengalusan, Desa Ban, Kecamatan Ku
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Luasan hutan di Gunung Agung yang terbakar, hingga Jumat (18/10/2024) malam mencapai 145 hektare.
Luasan tersebut terdiri dari 2 titik lokasi, yakni di wilayah Pengubengan, Desa Besakih dan di hutan lindung munduk Pengalusan, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kaangasem.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kebakaran di lereng Gunung Agung, lewat Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.
Baca juga: Rumah Pensiunan PNS di Munduk Buleleng Bali Ludes Terbakar, Simak Beritanya!
Baca juga: WNA Asal Australia Terseret Ombak di Pantai Balian Tabanan Bali Ditemukan Tewas
Dari hasil pengamatan tersebut, kebakaran hutan di wilayah Pengubengan titik api ataupun asap sudah tidak terlihat sejak pagi.
"Mudah-mudahan api sudah benar-benar padam. Luasan kebakaran hutan di wilayah Pengubengan ini sekitar 120 hektar,"ujar Ida Bagus Ketut Arimbawa, Jumat (18/10/2024).
Sementara kebakaran juga terpantau di hutan lindung munduk Pengalusan, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem sejak Kamis (17/10/2024). Luasan hutan yang terbakar di wilayah ini sekitar 25 hektare.
"Awlanya terpantau tiga titik api dan asap di wilayah ini. Tapi hingga pengamatan tadi tersisa 1 titik asap, itupun sudah menipis. Vegetasi yang terbakar juga berupa pinus, cemara, dan semak belukar," ungkap Arimbawa.
Sehingga dari dua wilayah tersebut, total luasan hutan di kawasan Gunung Agung yang terbakar mencapai 145 hektare.
"Kami intens melakukan pemantauan. Apabila api meluas dan mendekati tempat pura serta pemukiman warga, akan dikoordinasikan dan segera melakukan penanganan," ungkap dia. (mit)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.