Pilkada Klungkung
Langkah Berani, Inilah 14 Program Unggulan Paket Satriya
Pertama di bidang kebudayaan ada hibah ngaben massal, berbasis desa adat dan jumlah sawa per sawa akan dibiayai Rp 5 juta dari sebelumnya Rp 3 juta.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Paket calon bupati Klungkung I Made Satria dan cawabup Tjokorda Gde Surya Putra (Satriya) diyakini unggul dari segala lini.
Mulai dari unggul secara politik, dengan 16 kursi di DPRD Klungkung (12 PDIP, 3 Hanura dan 1 Perindo), kemudian unggul dengan ketua tim pemenangannya adalah sosok figur mantan bupati Klungkung 2 periode (2013-2023) I Nyoman Suwirta dengan catatan kepercayaan publik di atas 85 persen.
Kemudian figur I Made Satria sebagai salah satu putra terbaik Nusa Penida dan Tjok Surya dari kalangan Puri Agung Klungkung yang secara adat masih sangat disegani di Klungkung, Bali.
Selain dari sisi figur dan politik, Visi Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali era baru menuju Klungkung Mahotama (maju, harmonis, tentram dan makmur) juga dijabarkan dalam 14 program unggulan, yang akan dijadikan landasan kuat saat menjabat bupati dan wakil bupati nanti.
Baca juga: Wajib Tahu, Ini Konsep Jalan Lingkar untuk Nusa Penida dari Paket Satriya
Cabup I Made Satria mengatakan, 14 program unggulan itu digarap secara matang bersama tim pemenangan, yang pelaksanaannya ke depan bukan hayalan tapi bukti sudah dilaksanakan sebelumnya pada pemerintahan I Nyoman Suwirta.
“Banyak program kami lanjutkan dan tambahkan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengulang lagi dari awal, karena pengulangan pembangunan tidak ada artinya dan masyarakat sulit mendapat kesejahteraan,” ungkap Satria, Rabu 30 Oktober 2024.
Pertama di bidang kebudayaan ada hibah ngaben massal, berbasis desa adat dan jumlah sawa per sawa akan dibiayai Rp 5 juta dari sebelumnya Rp 3 juta.
Kemudian ada event budaya berbasis destinasi wisata, dan hibah untuk kelompok/sanggar seni.
Kemudian dari segi kesehatan mengoptimalisasi Universal Health coverage (UHC) menjadi 100 persen, peningkatan status RSUD dari B ke A meningkatkan status RS Pratama Gema Santi Nusa Penida dari D menjadi C.
Kemudian bidang pendidikan, akan disiapkan beasiswa untuk anak dari keluarga miskin (dari SD hingga perguruan tinggi), angkutan siswa gratis dan pengadaan mobil angkutan TK di 4 kecamatan.
Untuk rekrutmen tenaga pendidik baik ASN maupun PPPK diutamakan dari non ASN.
Ada juga peningkatan tunjangan untuk kepala sekolah, pengawas, guru, hingga pegawai TU.
Bidang sosial, Paket Satriya merancang penurunan persentase kemiskinan dari 5,61 di tahun 2023 menjadi 3,00 persen di tahun 2029.
Kemudian penuntasan rumah layak huni untuk 1.100 KK, pemberian bantuan sosial, santunan penyandang disabilitas 100 persen, Pelatihan dan Pemberangkatan Tenaga Kerja dari Keluarga Miskin menjadi PMI (Pekerja di Luar Negeri) – Optimalisasi Inovasi “Beri Kail – Bukan Ikan”. Melanjutkan santunan kematian, yang sebelumnya Rp 1 juta akan dinaikkan menjadi Rp 2 juta.
Bidang ketenagakerjaan, penurunan pengangguran menjadi 1 persen, Pemanfaatan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk menghasilkan Tenaga Kerja yang kompeten dan Wirausaha Muda berdaya saing (output = 2.000 orang per tahun).
Pemuda dan olahraga, mencetak pemuda motivator desa, pekan pemuda dari dana BKK Desa, penyediaan sarana olah raga dan seni di desa, Penyediaan dan revitalisasi GOR di setiap Kecamatan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.