Pilkada Bali 2024
Bagaimana Strategi Mulia-PAS dan Koster-Giri Turunkan Emisi Karbon di Bali?
Paslon 01 berencana mengembangkan transportasi rendah karbon, seperti LRT dan MRT.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Debat Pemilihan Gubernur Bali kedua yang digelar pada Sabtu 9 November 2024 di The Meru Sanur, Denpasar, mempertemukan dua pasangan calon (Paslon) yang salah satunya membahas strategi menurunkan emisi karbon di Bali.
Paslon 01 Made Muliawan Arya - Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) dan Paslon 02 Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) memiliki langkah masing-masing.
Putu Agus Suradnyana dari Paslon 01 menyoroti pentingnya implementasi green tourism dan green economy sebagai langkah menuju keberlanjutan.
Ia menekankan perlunya mengurangi ketergantungan pada energi berbahan bakar fosil dan mulai beralih ke sumber energi yang lebih bersih.
Baca juga: Koster-Giri Siap Mundur Jika Ingkar! Kontestan Pilgub Bak Pemanasan Jelang Debat Pilkada Bali 2024
"Bali perlu menerapkan konsep green tourism dan green economy untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan yang tidak merusak lingkungan," ujar Putu Agus Suradnyana.
Menurutnya, sektor pariwisata dapat menjadi percontohan untuk menerapkan praktik ramah lingkungan.
Paslon 01 juga berencana mengembangkan transportasi rendah karbon, seperti LRT dan MRT.
"Ke depan, transportasi umum yang rendah emisi karbon, seperti LRT dan MRT, akan menjadi prioritas. Ini adalah cara efektif untuk menurunkan emisi karena moda transportasi tersebut menggunakan energi listrik yang bisa didapatkan dari sumber energi terbarukan," jelasnya.
Paslon ini juga menekankan pengembangan energi baru terbarukan, seperti penggunaan panel surya dan turbin angin.
"Kami akan mendorong penggunaan panel surya di bangunan-bangunan pemerintah dan fasilitas umum, serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap," tambah PAS.
Sementara itu, Giri Prasta dari Paslon 02 memulai pernyataannya dengan menyebutkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi emisi karbon, terutama melalui pengendalian kendaraan bermotor.
Menurutnya, Bali harus mampu mandiri dalam hal energi, dengan mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan dan bersih.
"Kami akan mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, dan program pemutihan agar masyarakat lebih sadar dan tertarik beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan," ujar Giri Prasta.
Dengan optimalisasi pajak dan pengendalian kendaraan, ia berharap jumlah kendaraan pribadi yang beremisi tinggi dapat berkurang.
Giri Prasta juga menekankan bahwa Bali perlu menerapkan sistem transportasi MRT yang ramah lingkungan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.