Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilkada Bali 2024

Mulia-PAS Ofensif, Koster-Giri Santai di Debat Ketiga Pilgub Bali 2024 

Paslon Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) tampak lebih ofensif menyinggung era kepemimpinan Wayan Koster.

Tayang:
Putu Supartika-Tribun Bali
DEBAT PILGUB BALI - ebat terbuka ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2024 membahas tema besar 'Ngardi Bali Shanti lan Jagadhita’, Rabu (20/11). Sindiran mewarnai debat yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Debat terbuka ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2024 membahas tema besar 'Ngardi Bali Shanti lan Jagadhita’, Rabu (20/11). Sindiran mewarnai debat yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) ini.

Paslon Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) tampak lebih ofensif menyinggung era kepemimpinan Wayan Koster. Dalam debat ini, Koster disentil beberapa hal.

Koster disindir menghilangkan Simantri, tidak memberikan ruang untuk perempuan berkarya di instansi, hingga kasus hukum terkait proyek tol. Meski demikian, paslon Wayan Koster dan Giri Prasta (Koster-Giri) terlihat santai menanggapi.

Sedangkan salah satu sub tema lain yang dibahas adalah penanganan pengangguran di Bali. Made Muliawan Arya alias De Gadjah menyatakan, pengangguran di Bali disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu kurangnya bimbingan, terbatasnya lapangan kerja, dan rendahnya kualitas SDM.

Baca juga: DEBAT Jadi Ajang Saling Sindir Antara Koster-Giri Vs Mulia-PAS, Bahas Kekerasan Seksual Juga

Baca juga: VIRAL! Pria Pemotor Tonjok Wanita Pengemudi Mobil, Dicokok Polisi, Berinisial RN 28 Tahun Asal NTT

“Kami Mulia-PAS menyusun beberapa program mengatasi pengangguran. Pertama, meningkatkan pendidikan dan pelatihan berbasis keterampilan abad 21 melalui kurikulum masyarakat yang relevan dengan kebutuhan pasar, pelatihan keterampilan teknis untuk mendukung transformasi digital, serta membantu sertifikasi kompetensi,” kata De Gadjah.

Ia menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dengan berbagai strategi. “Kami mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan program kewirausahaan mandiri, peningkatan investasi, reformasi kebijakan tenaga kerja, serta pengembangan platform digital untuk mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja,” tambahnya.

Program lain yang diusulkan adalah mendorong program padat karya di desa-desa. “Kami juga memberikan program keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri. Namun, saat mereka (PMI) kembali ke Bali, kami dorong menjadi entrepreneur dengan bantuan modal usaha,” kata De Gadjah.

Wayan Koster menjelaskan langkah-langkah yang telah dirancang Koster-Giri untuk mengatasi pengangguran di Bali. “Kami melihat ada tiga masalah utama, yaitu kurangnya kesempatan kerja, ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja, dan tingkat produktivitas serta kualitas pendidikan yang rendah,” ujar Koster.

Ia menyoroti rencana untuk membuka lapangan kerja baru. “Solusi kami adalah membuka lapangan kerja baru dengan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, seperti objek wisata, kawasan kreatif, dan kawasan industri baru di berbagai kabupaten,” jelasnya.

Selain itu, Koster berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan. “Kami akan memberikan pelatihan keterampilan kepada calon tenaga kerja lokal Bali secara gratis, termasuk sertifikasi kompetensi melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan,” katanya.

Koster juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong kewirausahaan di Bali. “Kami meningkatkan kemampuan kewirausahaan dengan bekerja sama dengan inkubator bisnis di perguruan tinggi di Bali,” tutupnya. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved