Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilkada Gianyar

Debat Pilkada Gianyar Ricuh, Kubu Kata Sindir Paket Aman Pake Baju Tahanan

Pasangan calon bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra - Anak Agung Gede Mayun (Aman) dan Anak Agung Ngurah Kakarsana - I Wayan Tagel Arjana (Kata)

Istimewa
Pendukung Paket Kata mengenakan rompi orange saat Paket Aman dipanggil ke atas panggung debat Pilkada Gianyar, Jumat 22 November 2024. 

Debat Pilkada Gianyar Ricuh, Kubu Kata Sindir Paket Aman Pake Baju Tahanan


TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pasangan calon bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra - Anak Agung Gede Mayun (Aman) dan Anak Agung Ngurah Kakarsana - I Wayan Tagel Arjana (Kata) menjalani acara debat terakhir, Kamis 21 November 2024 malam.

Acara yang diselenggarakan KPU Gianyar di Denpasar itu, pun dihadiri oleh masing-masing pendukung.

Baca juga: DEBAT Jadi Ajang Saling Sindir Antara Koster-Giri Vs Mulia-PAS, Bahas Kekerasan Seksual Juga

Acara pun sempat ricuh karena masing-masing pendukung tersulut emosi.

Tanda-tanda kericuhan bermula saat pembawa acara memanggil kedua paslon untuk naik ke atas panggung debat

Saat Paket Aman dipanggil, pendukung Paket Kata pun langsung berdiri sambil memakai rompi orange.

Baca juga: TEMA Aplikatif di Debat Pamungkas Pilgub Bali 2024, Koster-Giri & Mulia-PAS Persiapkan Diri 

Seperti diketahui, rompi orange dikenal sebagai pakaian tahanan pelanggar hukum.

Tidak diketahui apa maksud dari kubu Kata melakukan hal ini. Namun hal  tersebut sukses memancing emosi kubu Aman.

Belum lagi, saat sesi debat yang diawali kubu Kata, Agung Kakarsana pun 'menggampar' Paket Aman melalui kritiknya terkait kinerja Aman saat menjabat Bupati dan Wakil Bupati Gianyar periode 2018-2023.

Baca juga: Debat Pilgub Bali Pamungkas Tema Paling Aplikatif, Ngardi Bali Shanti lan Jagadhita’

Menurut mereka, selama Aman menjabat, pembangunan Gianyar tidak merata dan diklaim tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Situasi pun tegang saat kedua belah pihak pendukung saling jual beli teriakan, yel-yel dan sejumlah sindiran-sindiran.

Puncak ketegangan terjadi ketika sesi ke empat debat, sejumlah oknum pendukung keluar dari kalangan debat, lalu dua belah pihak saling dorong dan mencekik kerah baju di luar ruangan debat.

Meskipun keluar kata-kata ancaman, namun beruntung tidak sampai terjadi baku hantam. 

Kapolres Gianyar, AKBP Umar mengatakan dirinya saat itu berada di lokasi, dan langsung meredakan situasi yang sempat tegang.

Kata dia, gesekan tersebut terjadi karena tersulut emosi sesaat.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved