Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pendidikan

Dwipahara Bali Foundation dan Stikom Bali Luncurkan Paket Kuliah Kerja ke Jepang

Dwipahara Bali sudah memiliki kerjasama dengan puluhan perusahaan, yang tersebar di seluruh negara Jepang

ISTIMEWA
ITB Stikom Bali secara resmi meluncurkan paket Kuliah Kerja ke Jepang yang bekerjasama dengan Dwipahara Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serangkaian Wisuda ke-34 ITB Stikom Bali, pada 24 November 2024 lalu, ITB Stikom Bali secara resmi meluncurkan paket Kuliah Kerja ke Jepang yang bekerjasama dengan Dwipahara Bali.

 

Dwipahara Bali Foundation merupakan Lembaga Pelatihan Kerja, yang sudah memiliki pengalaman selama 18 tahun dalam pemberangkatan magang dan kerja ke Jepang.

 

“Paket yang disediakan adalah kuliah sambil magang dan bekerja di Jepang,” ujar Business development Director Dwipahara Bali Foundatin, Ketut Gunarsa, Senin 25 November 2024.

 

Ia menambahkan, paket ini memungkinkan generasi muda untuk melakukan kuliah D3 Stikom Bali sambil mencari pengalaman kerja di negeri Sakura. 

Baca juga: HIBAH Badung Ada Disalahgunakan, Giri Prasta: Kita Berikan Sudah Sesuai Dengan Regulasi!

Baca juga: Optimalisasi SIPEDULI, Bupati Tamba Gencarkan Digitalisasi Layanan Kependudukan di Desa

ITB Stikom Bali secara resmi meluncurkan paket Kuliah Kerja ke Jepang yang bekerjasama dengan Dwipahara Bali.
ITB Stikom Bali secara resmi meluncurkan paket Kuliah Kerja ke Jepang yang bekerjasama dengan Dwipahara Bali. (ISTIMEWA)

“Metode yang dilakukan adalah mendaftar di Stikom Bali dengan pelaksanaan teknis melakukan perkuliahan secara offline di bali sambil melakukan kursus Bahasa jepang dalam satu semester,” jelasnya.

 

Setelah itu, akan dilaksanakan test interview penempatan kerja di Jepang, oleh Yayasan Dwipahara yang kemudian siswa bersangkutan bisa ikuti sesuai dengan lokasi atau bidang pekerjaan yang dituju.

 

Biaya komitmen atau pendaftaran diawal tergolong sangat terjangkau, dan yang membuat paket ini menarik adalah seluruh rangkaian kegiatan dibiayai secara funding atau tanpa dipungut biaya langsung kepada siswa.

 

“Siswa diawal hanya cukup untuk melakukan pembayaran biaya komitemen, mengisi form pendaftaran sebagai mahasiswa Stikom, melakukan medical check up serta melakukan interview psikotest,” imbuh Ketut Gunarsa.

 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved