Kecelakaan di Klungkung

Keluarga Korban Jiwa Gelar Upacara Ngulapin, Pasca Kecelakaan Maut di Pasar Galiran Klungkung Bali

Sementara itu pihak keluarga korban, diakuinya sudah datang ke lokasi kecelakaan untuk menggelar upacara ngulapin. 

TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
KECELAKAAN – Kondisi pikap setelah kecelakaan maut di kawasan Pasar Umum Galiran pada Sabtu (23/11) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM  - Tragedi kecelakaan maut di kawasan Pasar Umum Galiran pada Sabtu (23/11).

Peristiwa kecelakaan tersebut menyebabkan satu korban jiwa. Persitiwa ini membuat pihak UPT Pasar Klungkung berencana meminta petunjuk ke sulinggih. 

Mengingat kejadian kecelakaan itu, terjadi di dalam kawasan pasar. Dalam keyakinan masyarakat di Bali, perlu dilakukan pembersihan secara niskala untuk menetralisir pengaruh-pengaruh negatif pasca peristiwa tragis tersebut. 

“Sesuai instruksi Bapak Kadis Korperasi, kami ditugaskan nunasang (mohon petunjuk) ke Ida Sulinggih,” ujar Kepala UPT Pasar Klungkung, I Komang Sugianta, Senin (25/11).

Sementara itu pihak keluarga korban, diakuinya sudah datang ke lokasi kecelakaan untuk menggelar upacara ngulapin. 

Baca juga: HIBAH Badung Ada Disalahgunakan, Giri Prasta: Kita Berikan Sudah Sesuai Dengan Regulasi!

Baca juga: Optimalisasi SIPEDULI, Bupati Tamba Gencarkan Digitalisasi Layanan Kependudukan di Desa

VIDEO Pikap Tabrak Pejalan Kaki di dalam Pasar Galiran Klungkung Hingga Tewas, Kok Bisa Ngebut?
VIDEO Pikap Tabrak Pejalan Kaki di dalam Pasar Galiran Klungkung Hingga Tewas, Kok Bisa Ngebut? (istimewa)

“Keluarga korban sudah ngulapin di lokasi kecalakaan. Kalau kami, menunggu hasil memohon petunjuk dari Sulinggih. Apakah harus mecaru atau bagaimana,” ungkap dia.

Warga dihebohkan dengan kecelakaan maut di pelataran timur Pasar Umum Galiran, Sabtu (23/11) pagi. 

Saat itu pikap yang dikendarai I Komang Sujana (53) asal Desa Gegelang Karangaasem dengan penumpang Ni Wayan Restini datang dari arah utara ke selatan areal Pasar Galiran

Di saat bersamaan seorang pejalan kaki, I Komang Purwa (63) asal Desa Sampalan, Klungkung menyebrang. Karena panik, Sujana yang hendak menginjak rem justru menginjak gas. Sehingga pikap yang dikendarainya langsung menabrak Purwa.

Purwa sempat terseret beberapa meter dan terlindas. Mobil itu juga menabrak pengunjung pasar lainnya, Ni Ketut Juliartini (50) dan baru berhenti setelah menabrak mobil dan kendaraan yang parkir.

Kejadian tersebut menyebabkan Purwa meninggal dunia dengan cedera parah di kepala dan tubuhnya. Sementara Ni Ketut Juliartini mengalami luka pada kakinya. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved