Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pendongeng Gede Tarmada Berpulang, Putra Sekaligus Penerus Maestro Made Taro

Pendongeng Gede Tarmada Berpulang, Putra Sekaligus Penerus Maestro Made Taro

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
istimewa
Pendongeng Gede Tarmada Berpulang, Putra Sekaligus Penerus Maestro Made Taro 


Ketika masih muda, ia tak ingin melanjutkan profesi ayahnya sebagai pendongeng. 


Ia justru mencoba memperjuangkan hidup dibidang pariwisata, sebagai guide. 


Profesi itu pun tak lama, karena ia sempat menjadi wartawan freelend di media pariwisata di Bali Travel News.


Setelah pertanyaan tentang keberlanjutan Sanggar Kukuruyuk yang didirikan ayahnya, Made Taro sering kali disampaikan oleh beberapa pihak di tengah usia Made Taro mulai uzur, Tarmada hadir perlahan membantu beberapa peran dari ayahnya. Memang baginya hal ini bukanlah hal yang mudah. 


“Namun, tekadnya begitu kuat. Ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelami dunia  permainan anak-anak dan mendongeng,” kata Wahyudita.


Dirinya mengaku mengenal Made Tarmada sejak tahun 2014, saat Rare Bali Festival (RBF) yang pertama. 


Hubungan secara intens kembali terjalin satu tahun terakhir ini. 


“Satu hal yang tidak pernah saya lupakan dari sosok Tarmada, adalah setiap apa yang dia lakukan tidak pernah memikirkan honor. Dia melakukan dengan tulus iklas,” kenangnya.


Wahyudita benar-benar merasakan kegigihan Made Tarmada bersama ayahnya memperjuangkan kehidupan dunia permainan anak. 


Termasuk pada saat shooting pembuatan video tutorial bermain permainan tradisional, menjadi juri, hingga mengurusi anak-anak sebagai peserta festival. 


Satu karya yang dia berhasil wujudkan atas dukungan ayahnya, yaitu karya 'pompongan' sebuah plalianan untuk anak-anak disabilitas. 


“Saya cukup lega dengan hadirnya Tarmada sebagai pewaris yang mau melanjutkan Sanggar Kukuruyuk itu, namun kenyataan seperti ini,” sebutnya. 


Tarmada dengan kreativitasnya, mampu bahkan berhasil menjaga dan mengembangkan Sanggar Kukuruyuk, termasuk permainan rakyat dan dongeng. Sanggar itu sebagai wadah dalam upaya melestarikan kebudayaan permainan rakyat Bali


“Sayang, Tuhan berkehendak lain. Justru yang saya harapkan melanjutkan tongkat estafet I Made Taro berpulang mendahului ayahnya,” ujar Wahyudita bersedih.


Tarmada adalah seorang yang ramah, bersahabat yang bergerak sebagai mentor dan motivator yang tidak pernah lelah memberikan sumbangsih demi pelestarian plalianan atau permainan rakyat, salah satu budaya untuk mendidik karakter anak itu. 


“Semoga anaknya Made Tarmada dan cucu Pekak Taro yang mau melanjutkan estafet ini,” harapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved