Natal dan Tahun Baru di Bali
Kendaraan Masuk Bali Diprediksi Meningkat, Organda Sebut Libur Nataru Rawan Macet
Dishub Badung menunggu konfirmasi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali terkait bantuan dalam pengawasan transportasi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bali dikhawatirkan akan alami lonjakan kunjungan wisatawan terutama wisatawan domestik (Wisdom) saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bali, I Nyoman Arthaya Sena mengkhawatirkan kondisi ini akan menimbulkan kemacetan, terlebih akan adanya penambahan volume kendaraan dari luar Bali.
Seperti pada tahun sebelumnya, kendaraan luar Bali cukup banyak memasuki Bali saat Libur Nataru.
Dengan bingkai NKRI menurutnya tentu tidak bisa membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke Bali.
Baca juga: Volume Kendaraan Masuk Bali Saat Libur Nataru 2024 Diprediksi Meningkat
Serta belum juga ada peraturan ataupun undang-undang yang membatasi hal tersebut.
Dikatakannya, saat Libur Nataru ini akan lebih banyak kendaraan yang masuk ke Bali dibandingkan ke luar.
“Volumenya itu empat berbanding satu. Empat dari barat (luar Bali), dari sini cuma satu,” jelasnya pada Selasa 3 Desember 2024.
Lebih lanjutnya ia mengatakan saat libur Nataru yang kunjungan wisatawan akan didominasi oleh domestik, tidak serta merta membuat pertumbuhan signifikan penggunaan angkutan pariwisata di Bali.
Namun ia tak menampik untuk permintaan rental kendaraan kemungkinan akan naik seratus persen.
Hal ini harus menjadi perhatian sehingga bisa menanggulangi kemacetan nantinya.
Terutama dengan masuknya kendaraan pribadi untuk berwisata.
“Sehingga perlu dicermati ini, baik itu bagi Dirlantas ataupun Dinas Perhubungan. Bagaimana nanti mengaturnya, saat masuk ke obyek wisata juga termasuk parkirnya,” imbuhnya.
Untuk menekan kemacetan ini, kata dia perlu ada kebijakan yang komperhensif.
Membutuhkan diskusi panjang sehingga bisa memberikan kebijakan yang menguntungkan semua pihak.
Sementara itu menyambut libur Nataru, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai menyiagakan personelnya.
Bahkan Dishub Badung juga menunggu konfirmasi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali terkait bantuan dalam pengawasan transportasi salah satunya melakukan pengecekan kendaraan.
Kadishub Badung, AA Ngurah Rai Yuda Darma mengakui jika pihaknya dalam penanganan kelancaran lalu lintas libur Natal dan Tahun baru, pihaknya siap bekerja sama dengan aparat kepolisian.
Bahkan untuk pengecekan kendaraan pada masing-masing Perusahaan Otobus (PO) menjadi kewenanganan BPTD.
"Dalam pemeriksaan bus jelang natal dan tahun baru itu kewenangan BPTD Bali karena Lintas Provinsi," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Selasa 3 Desember 2024.
Disebutkan dalam pelaksanaan ramcek, termasuk penjagaan pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait baik itu Aparat kepolisian, Terminal Mengwi dan BPTD.
"Jadi kami tetap akan persiapkan personil. Sehingga bisa berkolaborasi saat melaksanakan kegiatan jelang Natal dan Tahun Baru ini," bebernya. (sar/gus)
CCTV Pantau 34 Persimpangan
Jelang Nataru, di Badung diprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan.
Bahkan peningkatan volume kendaraan akan dipantau melalui CC Room dengan 36 kamera CCTV yang ada di 34 persimpangan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kemacetan.
"Jadi kita akan aktifkan dan memantau pergerakan kendaraan melalui CC Room dengan 36 kamera CCTV di 34 persimpangan," ungkapnya
Pihaknya mengaku, selain pemanfaatan CCTV juga dilakukan kekuatan personel untuk kegiatan penjagaan, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas selama Nataru.
Menurutnya, pengawasan Lalin juga akan dilakukan di ruas jalan Mengwitani-Kapal- Lukluk-Sempidi pada waktu arus libur Nataru.
"Kami akan melakukan monitoring dan koordinasi berkaitan Lalin dan angkutan jalan pada ruas jalan yang mendapat gangguan kelancaran arus lalin terutama pada jalur yang berpotensi mengalami kepadatan dan kemacetan lalin," katanya.
Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengimbau kepada para pengemudi atau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati di jalan raya dengan selalu mematuhi rambu dan marka jalan serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan.
Apabila mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang supaya beristirahat di rest area atau di tempat-tempat yang aman untuk beristirahat.
“Karena keselamatan jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Biar lambat asal selamat sampai di tempat tujuan," imbuhnya. (gus)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.