Berita Bali

Resonasikan Deklarasi Istiqlal, Tri Hita Karana Universal Reflection Journey Diadakan di Bali

Acara ini menitikberatkan pada nilai Uniting in Diversity for People, Planet, in Partnership for Peace and Prosperity.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Tri Hita Karana Universal Reflection Journey diadakan di Kura-kura Bali pada, Sabtu 14 Desember 2024 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tri Hita Karana Universal Reflection Journey diadakan di Kura-kura Bali, Sabtu 14 Desember 2024. 

Acara ini merupakan acara yang merefleksikan perjalanan universal guna menghidupkan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. 

Gerakan ini terinspirasi dari filosofi Bali yakni Tri Hita Karana. Tri Hita Karana Universal Reflection Journey akan berlangsung selama dua hari yakni pada tanggal 14–15 Desember 2024. 

Acara ini menitikberatkan pada nilai Uniting in Diversity for People, Planet, in Partnership for Peace and Prosperity.

Baca juga: Konsep Tri Hita Karana & Bantuan Desa Adat Kedonganan, Griya Luhu Ajak Warga Pilah Sampah di Rumah

Sejumlah tokoh dunia ambil bagian dalam acara ini, antara lain Pope (Paus) Francis, Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar, dan berbagai tokoh nasional dan internasional lainnya.

Pertemuan ini sekaligus berfungsi sebagai platform yang kuat untuk membahas dan menangani masalah kritis seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan perdamaian global. 

Dengan menggabungkan kearifan kuno dengan inovasi modern, para peserta berharap dapat menginspirasi gerakan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil.

Tantowi Yahya selaku Presiden Commissioner Kura Kura Bali mengatakan, Tri Hita Karana Universal Reflection Journey adalah acara yang memancarkan sebuah harmoni antara kemanusiaan, alam dan spiritualitas yang di inspirasi oleh filosofi hidup orang Bali yaitu Tri Hita Karana

“Acara ini juga dalam rangka meresonasikan isi dan semangat dari deklarasi Istiqlal yang di tandatangani beberapa bulan lalu oleh Paus Fransiskus dan imam besar Masjid Istiqlal dan ini mensimbolisasikan kedamaian dari agama-agama di dunia ke persatuan untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” jelas Tantowi. 

Lestari Moerdijat selaku Wakil Ketua MPR RI yang turut hadir pada Tri Hita Karana Universal Reflection Journey mengatakan baginya pribadi ini adalah momen untuk melakukan refleksi sekaligus melihat kembali perjalanan dua dekade perubahan di bumi juga perilaku manusia. 

“Tri Hita Karana adalah sebuah filosofi yang mengingatkan kita semua untuk harus hidup secara balance bagaimana kita berhubungan dengan bumi, dengan sesama manusia dan Yang Kuasa di atas. Forum hari ini adalah sebuah refleksi yang mengingatkan kita untuk lebih mawas diri. Harapan saya forum ini bisa dilakukan secara continue dan bisa melibatkan banyak pihak,” ucap Lestari. 

Sementara itu, Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian menjelaskan melalui Tri Hita Karana Universal Reflection Journey ia berharap agar para pemuka agama kembali ke jaman Gusdur, Ida Bagus Oka dimana membawa agama bukan hanya urusan di tempat ibadah tapi juga untuk menangani persoalan ekonomi juga persoalan masyarakat. 

“Jadi tokoh agama menggunakan pengaruhnya untuk mendorong perubahan. Satu tokoh agama juga mendorong agar kebijakan pemerintah itu lebih berpihak pada rakyat,” tutupnya. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved