Pilkada Serentak
Serapan Anggaran Pilgub Bali Hanya 50 Persen dari Rp155 Miliar
Dari Rp155 miliar anggaran Pilgub Bali 2024, yang terserap hanya 50 persennya. KPU Bali pun mengatakan, serapan tersebut membuktikan
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Serapan Anggaran Pilgub Bali Hanya 50 Persen dari Rp155 Miliar
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dari Rp155 miliar anggaran Pilgub Bali 2024, yang terserap hanya 50 persennya.
KPU Bali pun mengatakan, serapan tersebut membuktikan jika pelaksanaan Pilgub Bali irit.
Sisa anggaran ini nantinya akan diserahkan ke Pemprov Bali paling lambat tiga bulan setelah penetapan calon terpilih.
Baca juga: 2 KADER PDIP Asal Bali Juga Didepak! Dipecat Melanggar Etik Partai Maju Pilkada 2024 Partai Lain!
Hal itu diungkapkan oleh Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Senin 23 Desember 2024.
Banyaknya sisa anggaran tersebut menurutnya menepis anggapan jika Pilkada Serentak menghabiskan banyak anggaran.
Lidartawan pun mengatakan jika Pilkada serentak sangat irit dibandingkan penyelenggaraan pilkada sebelumnya.
Baca juga: Pilkada Badung: Suyadinata Habiskan Dana Kampanye Rp 1 M, Berapa Dana Kampanye Adicipta?
“Efektif dan efisien mungkin, ini sudah terbukti bahwa kami kemungkinan mengembalikan anggaran pilkada lebih dari 50 persen dari anggaran Rp155 miliar yang diberikan kepada kami."
"Artinya apa kalau betul dilaksanakan serentak ini betul-betul irit,” paparnya.
Sementara itu, disinggung mengenai ada usulan pemilihan gubernur atau walikota/bupati dipilih DPRD, secara pribadi Lidartawan menolak usulan itu.
Baca juga: MENANG Pilkada 2024, Koster-Giri Megibung di Karangasem, Akan Wujudkan Bangun Sport Centre di Bangli
Hal itu menurutnya akan merebut hak konstitusi masyarakat.
Sebab, anggaran Pilkada ini juga membantu menggerakkan perekonomian lokal.
Seperti adanya honorarium panitia penyelenggara dan pengusaha reklame yang juga mendapat untung dari pelaksanaan pesta demokrasi.
Baca juga: Koster-Giri Menangi Pilkada Bali 2024, Sapu Bersih Kabupaten/Kota se-Bali, Mulia-PAS 886.251 Suara
“Semua bisa untuk menggerakkan, bisa untuk menggerakan ekonomi lokal. Kita semua bekerja baru dibayar bukan diam-diam dapat uang kayak BLT."
"Bekerja untuk mencari pemimpin yang baik yang lain juga untuk masyarakat, sosialisasi dan baliho betul betul pakai itu bukan yang lain,” kata Lidartawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-KPU-Bali-I-Dewa-Agung-Gede-Lidartawan-8888.jpg)