Berita Jembrana
NEKAT Nyebur ke Selat Bali, Remaja 17 Tahun Diselamatkan Kru KMP Dharma Ferry I, Ada Masalah Pribadi
Peristiwa orang nekat menceburkan diri ke laut kembali terjadi di Selat Bali atau lintas Ketapang-Gilimanuk, Sabtu (28/12) siang.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa orang nekat menceburkan diri ke laut kembali terjadi di Selat Bali atau lintas Ketapang-Gilimanuk, Sabtu (28/12) siang.
Adalah AJPR remaja berusia 17 tahun asal Banyuwangi, Jawa Timur, nekat melakukan hal tersebut karena dipicu masalah pribadi.
Beruntungnya, nyawa remaja tersebut berhasil diselamatkan oleh kru KMP Dharma Ferry 1 dan berhasil dievakuasi ke kapal.
Menurut informasi yang didapatkan Tribun Bali, peristiwa tersebut terjadi siang hari dan menjadi peristiwa kedua di Selat Bali selama momen Natal dan Tahun Baru ini.
Bermula dari KMP Dharma Ferry I yang dinakhodai Supardi yang bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
Baca juga: URAI Kemacetan, Dishub Turunkan 127 Personel, Jalan Sempit Jadi Masalah Pariwisata di Gianyar
Baca juga: MAKAN Siang Sehat, Badung Anggarkan Rp16,7 M, Disdikpora Siap Jalankan, Per Paket Alokasi Rp20 Ribu

Sekitar pukul 13.38 Wita, kapal sudah mengapung di posisi 08⁰.09.528’ S dan 114⁰.15.948 E dengan kecepatan 0,2 Knot dengan kondisi arus tenang. Pada saat itu awak kapal sedang mengadakan ronda keliling.
Tak lama kemudian, atau sekitar pukul 13.43 Wita atau saat kapal hendak sandar di dermaga MB III Pelabuhan Gilimanuk, pria 17 tahun itu hendak berlibur ke Bali bersama keluarganya justru nekat melompat dari atas kapal.
Beruntungnya, seorang anak buah kapal (ABK) langsung tanggap dan melempar pelampung yang ada ke arah pemuda tersebut. ABK lantas berteriak dan melaporkan ke anjungan bahwa ada penumpang jatuh ke laut. Sesuai perintah nakhoda, ABK lantas menjalankan SOP pertolongan orang jatuh ke laut.
Korban diarahkan ke buritan dan di buritan sudah ada tim penyelamat untuk memberikan pelampung kedua yang sudah ada talinya dan segera mengevakuasi korban untuk diberikan proses pertolongan lanjutan. Sekitar pukul 13.45 Wita, korban berhasil diselamatkan serta ditenangkan dan diberi air putih hangat.
Pada pukul 13.50 Wita korban dibawa ke ruang medis untuk diberikan pertolongan dan mengganti pakaian didampingi kakeknya beserta nakhoda dan crew yang berdinas.
"Informasinya yang bersangkutan ada masalah pribadi," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Komang Muliyadi saat dikonfirmasi, Minggu (29/12).
Dia menyebutkan, pasca peristiwa tersebut kapal akhirnya berhasil sandar di Dermaga MB III Pelabuhan Gilimanuk. Selanjutnya korban bersama keluarganya melanjutkan perjalan ke Denpasar.
"Yang bersangkutan selamat dan dievakuasi. Dia dan keluarganya sudah melanjutkan perjalanan ke arah Denpasar," ungkapnya.
Kompol Muliyadi mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk untuk tetap waspada dan berhati-hati. Perhatikan sanak keluarga ketika berada di atas kapal agar tidak sampai melakukan hal yang tidak diinginkan. (mpa)
BENDERA Peringatan Rawan Berenang Dipasang di Teluk Gilimanuk, Imbauan Keselamatan Beraktivitas |
![]() |
---|
KEPALA Nengah Terbentur Keras di Jalur Tengkorak Jembrana, Aspal Penuh Bercak Merah |
![]() |
---|
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
50 Orang Jadi Korban, Sayu Putu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,5 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.