Harga Emas
HARGA Emas Melesat! Rekor Tertinggi Naik 27 Persen, USD 2.790,15 Per Ons, Indikasi Lanjut pada 2025
Sebagai aset lindung nilai, emas tetap menjadi pilihan di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik.
TRIBUN-BALI.COM – Harga emas turun tipis pada Senin (30/12/2024) di tengah volume perdagangan yang rendah.
Pelaku pasar menanti data ekonomi Amerika Serikat pekan depan serta dampak kebijakan Presiden terpilih Donald Trump terhadap prospek kebijakan Federal Reserve di 2025.
Harga emas spot turun 0,3 persen menjadi US$ 2.611,39 per ons pada pukul 08.54 GMT, sementara kontrak emas berjangka AS turun 0,3% menjadi US$ 2.624,00.
“Pasar hari ini (kemarin) sepi dengan likuiditas rendah di semua kelas aset, kemungkinan karena musim liburan,” ujar analis UBS, Giovanni Staunovo.
Ia menambahkan, pelaku pasar akan memantau data ekonomi AS mendatang untuk melihat apakah perlambatan ekonomi dapat mendorong The Fed terus memangkas suku bunga.
Ketua The Fed, Jerome Powell, sebelumnya menyatakan bahwa pejabat bank sentral AS “akan berhati-hati dengan pemangkasan lebih lanjut,” setelah penurunan suku bunga sebesar 0,25% pada Desember lalu.
Pekan depan, perhatian pasar akan tertuju pada data pembukaan lapangan kerja AS, laporan ketenagakerjaan ADP, risalah pertemuan FOMC Desember, serta laporan pekerjaan AS yang diharapkan memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi terbesar dunia.
Baca juga: Wisatawan ke Tanah Lot Capai 8.000 Orang Per Hari, Naik Jelang Tahun Baru 2025
Baca juga: BKK Senilai Rp 50 Miliar Tak Cair Sepenuhnya, Dari Badung ke Bangli, Ini Alasan Sekda Suamba
“Ke depan, kami masih melihat faktor yang mendukung harga emas seperti pada 2024, yakni pembelian emas oleh bank sentral untuk diversifikasi cadangan serta pemangkasan suku bunga AS yang mendorong permintaan investasi,” kata Staunovo.
Sementara itu, performa emas sepanjang 2024, emas mencatat kenaikan sekitar 27%, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.790,15 pada 31 Oktober.
Pasar bersiap menghadapi perubahan kebijakan signifikan di AS pada 2025, termasuk potensi tarif baru, deregulasi, dan perubahan pajak, saat Trump bersiap kembali ke Gedung Putih pada Januari.
Sebagai aset lindung nilai, emas tetap menjadi pilihan di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik. Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya tercatat harga perak spot stabil di US$ 29,38 per ons.
Platinum naik 0,4% menjadi US$ 923,53 setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada Jumat lalu. Palladium juga naik tipis 0,1% menjadi US$ 912,73 per ons.
Analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha pada Senin (30/12) mengatakan, emas kemungkinan akan menutup tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 27%, mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 2010.
Kenaikan ini didorong oleh pembelian emas oleh bank sentral, ketidakpastian geopolitik, dan kebijakan moneter longgar dari bank-bank sentral utama dunia.
Tahun ini, emas mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa alias All Time High (ATH), yang mencapai level US$2.786,19 pada 30 Oktober 2024.
| Harga Emas Batangan Hari Ini 18 April 2026, Emas 2 Gram di Galeri24 Renon Bali Rp5.702.000 |
|
|---|
| HARGA Emas Melonjak Tinggi, 1 Gram Rp3.087.000, Tren Permintaan Meningkat Jelang Hari Raya |
|
|---|
| HARGA Emas Meroket! Catat Rekor Naik Jadi Rp3.168.000 Per Gram, Berpotensi Sentuh Rp 4,2 Juta |
|
|---|
| Harga Emas Naik, Permintaan Emas di Denpasar justru Makin Tinggi |
|
|---|
| LEBARAN 2025, Penjualan Emas Perhiasan Masih Sepi, Simak Alasannya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-emas-batangan-2_20170325_141406.jpg)