Harga Emas

LEBARAN 2025, Penjualan Emas Perhiasan Masih Sepi, Simak Alasannya!

Pedagang emas perhiasan di Paseban Raya, Jakarta Pusat, Ahmad Warsan mengungkapkan, bahwa penjualan telah menurun dalam dua tahun terakhir.

pexels
ILUSTRASI - Menjelang Lebaran, penjualan emas perhiasan di sejumlah toko emas di Jakarta Pusat mengalami penurunan. Kondisi ini didorong oleh peralihan minat masyarakat ke logam mulia serta melemahnya daya beli akibat kondisi ekonomi.   

TRIBUN-BALI.COM  - Menjelang Lebaran, penjualan emas perhiasan di sejumlah toko emas di Jakarta Pusat mengalami penurunan.

Kondisi ini didorong oleh peralihan minat masyarakat ke logam mulia serta melemahnya daya beli akibat kondisi ekonomi.  

Pedagang emas perhiasan di Paseban Raya, Jakarta Pusat, Ahmad Warsan mengungkapkan, bahwa penjualan telah menurun dalam dua tahun terakhir.

“Kalau penjualan memang untuk perhiasan berkurang. Sekarang orang nyarinya emas logam mulia. Ekonomi sekarang juga ‘kan agak sulit,” ujar Ahmad di Toko Mas Nanjak, Jumat (21/3).  

Baca juga: BATAL 16 Penerbangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Baca juga: KEJATI Bali Temukan Uang Tunai Rp1,5 Juta dari Laci Meja Salah Satu Kasi Dinas PUTR Buleleng 

Menurut Ahmad, tren penjualan dan pembelian emas perhiasan telah berubah. Jika sebelumnya masyarakat kerap menjual emas menjelang Lebaran, kini momentum hari raya tidak lagi berpengaruh signifikan terhadap transaksi. Ia menduga, masyarakat semakin jarang menyimpan emas perhiasan.  

Hal serupa disampaikan penjual di Toko Mas Sumber Rezeki, Pasar Paseban, Jakarta Pusat. Saat ini, lebih banyak masyarakat yang menjual perhiasan emasnya, meskipun jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Permintaan emas perhiasan kini lebih banyak berasal dari pembelian cincin pernikahan dan anting bayi. 

Pedagang emas di Cikini Gold Center, Pandu menyebutkan, bahwa meskipun suasana di pusat perbelanjaan emas tersebut lebih ramai, penjualan selama Ramadan dan menjelang Lebaran tetap mengalami penurunan.  “Tahun kemarin lumayan. Sekarang lebih turun, sekitar 20 persen,” kata Pandu.  

Ia menambahkan, penurunan transaksi telah terjadi sejak akhir tahun lalu. Menurutnya, kondisi ekonomi yang lesu membuat masyarakat lebih memilih menabung daripada membeli emas perhiasan.  

Saat ini, harga beli emas perhiasan berada di kisaran Rp 1.200.000 per gram untuk emas kadar 75?n Rp 1.150.000 per gram untuk emas kadar 70%. Harga jual juga berada di kisaran yang sama, dengan potongan yang bervariasi di setiap toko.  

Di sisi lain, harga logam mulia terus meningkat. Per Jumat (21/3), harga beli emas Antam mencapai Rp 1.779.000 per gram, sementara harga buyback berada di Rp 1.630.000 per gram. Kenaikan harga ini menarik minat masyarakat untuk berinvestasi dalam emas batangan.  

Pantauan di Butik Logam Mulia Antam Pulogadung menunjukkan antrean panjang pembeli. Beberapa calon pembeli bahkan tidak mendapatkan kuota pembelian logam mulia dan terpaksa pulang tanpa membawa emas. (kontan)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved