Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

PAMIT Bus Trans Metro Dewata dari Bali Awal Tahun 2025, Warga dan DPRD Denpasar Berharap Masih Ada!

Menurutnya ongkos kendaraan lain sangat mahal dan membuat pengeluaran untuk biaya transportasi semakin membengkak.

Tayang:
TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI
HENTI OPERASI - Keputusan mengejutkan datang dari layanan transportasi publik bus Trans Metro Dewata (TMD) yang secara resmi berhenti beroperasi mulai Rabu (1/1). 

Tapi pasca Covid jumlah penumpang meningkat. Terutama jalur pesiapan Central Parkir dan jalur GOR Ngurah Rai, Ubud, apalagi pada jam berangkat dan pulang kerja, bus penuh penumpang,” imbuhnya.

Agus menambahkan, teknologi dalam bus TMD juga cukup baik seperti adanya pembatasan kecepatan, tidak boleh berhenti di luar titik perhentian yang ditetapkan, jika bus terlalu dekat dengan kendaraan lain atau mengambil jalur kendaraan lain, bila dilanggar akan ada peringatan otomatis yang muncul melalui speaker di dalam bus untuk pengemudi dan denda dalam nominal yang cukup besar bagi pengemudi yang melanggar sehingga pengemudi mestinya patuh pada aturan berkendara.

Meski begitu, menurutnya, harus diakui prakondisi tidak dilakukan secara ideal terhadap bus ini, misalnya tidak adanya dorongan yang kuat, terstruktur, dan masif dari pemerintah Bali agar masyarakat beralih dari transportasi pribadi menggunakan transportasi massal.

Juga tidak ada pembatasan jumlah kendaraan pribadi, tidak dilakukan pelebaran jalan agar bisa dibuatkan jalur khusus Teman Bus sehingga terkesan menambah masalah kemacetan.

Di sisi lain, peran serta masyarakat juga dibutuhkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa upaya mengurai kemacetan dan menggunakan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. “Tak akan ada kebijakan publik yang akan berhasil tanpa peran serta publik secara sadar,” paparnya.

Pihaknya sangat menyayangkan bus TMD berhenti beroperasi di Bali. “Masyarakat pengguna akan kembali beralih ke kendaraan pribadi, yang tentu saja akan menambah jumlah kendaraan pribadi di jalan, dan upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik mengalami kemunduran. Semoga saja dapat dipertahankan, tentu saja dengan menyiapkan prakondisi-nya,” paparnya. (pkv/sup/sar)

Nasib 317 Driver dan Operator Terancam

Nasib para pekerja armada bus TMD terancam setelah operasinal bus ini terhenti per 1 Januari 2025.

Pihak Ketiga Operator Bus Trans Metro Dewata, I Ketut Eddy Darmaputra menjelaskan terdapat 300 lebih total driver dan operator di lapangan yang bekerja di Bus Trans Metro Dewata. “300-an lebih driver dan operator di lapangan. Bayangkan kalau 300 istri plus anak hampir 1.000 yang terdampak,” jelas, Eddy. 

Lebih lanjutnya Eddy mengatakan, bus TMD ini mulai beroperasi pada 7 September 2020. Di mana saat itu pandemi Covid-19 mulai merebak. Sehingga banyak tenaga kerja yang tadinya bekerja di pariwisata stagnan dan beralih profesi menjadi driver bus TMD

“Lari ke sini (bus TMD) semua, kita tampung semua. Sekarang sudah nyaman driver mendapatkan (pendapatan) karena lumayan juga gaji supir hampir Rp 6 juta belum (tunjangan) kesehatan tenaga kerja,” imbuhnya. 

Penghentian operasional bus TMD disayangkan banyak pihak. Pengadaan bus TMD ini merupakan proyek stimulus dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan yang mulai beroperasi pada 7 September 2020. 

Hal tersebut diungkapkan pihak ketiga yakni operator bus TMD, I Ketut Eddy Darmaputra. Menurutnya seharusnya setelah kontrak bus TMD pada nota kesepahaman telah habis, sebaiknya diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

“Namun kelihatan saat ini belum (diambil alih Pemda/Pemprov). Memang awalnya Pemda tahun lalu pernah mengusulkan menganggarkan satu koridor, yang dianggarkan 3 bulan untuk bulan perubahan anggaran-perubahan Oktober-November-Desember. Tetapi belum direalisasikan oleh pusat,” jelas, Eddy. 

Lebih lanjutnya Eddy mengatakan Pemerintah Pusat meminta agar 1 koridor pada Januari 2025 sudah diambil oleh Pemda. Namun, pada Januari apakah anggaran untuk koridor 1 itu sudah diajukan? Sebab yang mengetahui hal tersebut adalah Dinas Perhubungan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved