Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

PAMIT Bus Trans Metro Dewata dari Bali Awal Tahun 2025, Warga dan DPRD Denpasar Berharap Masih Ada!

Menurutnya ongkos kendaraan lain sangat mahal dan membuat pengeluaran untuk biaya transportasi semakin membengkak.

Tayang:
TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI
HENTI OPERASI - Keputusan mengejutkan datang dari layanan transportasi publik bus Trans Metro Dewata (TMD) yang secara resmi berhenti beroperasi mulai Rabu (1/1). 

“Sehingga semestinya pusat tidak serta-merta dia memutus kontrak. Contoh saja seperti Solo dari 6 koridor, 3 koridor masih dibiayai oleh Pusat. Mungkin yang bisa menjawab itu kan dari Dinas Perhubungan sebagai pemegang kebijakan di daerah,” bebernya. 

Eddy mengatakan tak tahu secara pasti bagaimana komunikasi antara Pemprov Bali dengan Kemenhub hingga Pemerintah Pusat tidak lagi mentolerir.

Proyek bus TMD ini merupakan stimulus dari pemerintah pusat untuk memberi dorongan kepada daerah menyediakan transportasi umum yang memadai. Sebab jika dilihat bahwasanya angkutan umum di Bali sudah hampir punah.

“Kalau kita melihat jumlah keseluruhan armada di Bali ini khan 5 jutaan sedangkan angkutan umumnya hanya 15.000 artinya hampir 0,3 persen sudah tidak (beroperasi),” sambungnya. 

Pemerintah Pusat juga memberikan kebijakan dengan by the service, pemerintah membeli layanan untuk meningkatkan, Pemerintah membeli layanan dengan tarif per kilometer dihitung.

“Kelihatannya kemarin apakah ada keterlambatan atau bagaimana sehingga Pemerintah Pusat menyetop per satu Januari layanan ini. Kita sebagai operator tentunya tunduk dan taat, kalau kita melakukan perjalanan siapa yang membayar? Seperti kota-kota lain, Solo yang kita lihat itu sama pada waktu pertama sekali ada BTS itu, ada 5 kota yaitu Kota Medan, Palembang, Yogyakarta, Solo, dan Denpasar,” paparnya.

Sebelumnya, tak hanya pramudi saja, beberapa staf juga dipekerjakan di PT. Satria Trans Jaya perusahaan yang menaungi Bus Trans Metro Dewata. Hal tersebut diungkapkan Manager PT. Satria Trans Jaya, Operator Layanan BTS Bali (Trans Metro Dewata) Ida Bagus Eka Budi P, ketika dikonfirmasi pada, Senin (30/12/2024. Eka Budi mengatakan jumlah seluruh pekerja di PT. Satria Trans Jaya sebanyak 317 orang.  

“Di PT. Satria Trans Jaya itu ada sekitar total 317 orang yang sehari-hari menggantungkan hidupnya di PT. Satrya Trans Jaya selaku operator layanan BTS Bali. Jadi tidak hanya pramudi, jumlah pramudi 228 orang. Jadi total 317 orang,” katanya. 

Masih menurut Eddy, animo masyarakat menggunakan bus TMD sudah mulai naik trennya. Terlebih ketika diumumkan bahwa bus TMD tidak akan beroperasi, komunitas dari pelanggan bus TMD sampai membuat petisi yang ditandatangani pelanggan-pelanggan bus TMD hingga 4000-an. 

“Artinya animo masyarakat pemakai jasa angkutan ini masih menghendaki. Tarif murah, terjangkau oleh daya beli terutama bagi orang yang ke (tempat) kerjanya di Kuta dari Tabanan. Masyarakat Tabanan animonya cukup tinggi ada yang menuju rute Central Parkir, Kuta hingga bandara,” ucapnya. 

Dikatakan Eddy, Penjabat (Pj) Gubernur sudah membuatkan satu surat untuk Kementerian Perhubungan agar 1 koridor sampai 2 koridor nantinya pada bulan Juli akan di-handover oleh Pemda dan selanjutnya secara bertahap. (sar)

 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved