Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi

Petisi Kembalikan Operasional Trans Metro Dewata Bali Ditandatangani Hampir 12 Ribu Orang

menurutnya wisatawan juga banyak yang sudah tahu keberadaan bus ini dan mempermudah akses mereka ke Ubud atau daerah lainnya.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Dyah Rooslina pembuat petisi Lanjutkan Operasional Bus Trans Metro Dewata Sebagai Transportasi Publik di Bali - Petisi Kembalikan Operasional Trans Metro Dewata Bali Ditandatangani Hampir 12 Ribu Orang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah elemen yang menginginkan bus Trans Metro Dewata (TMD) kembali beroperasi menggelar Gerakan Sosial Kembalikan Operasional Layanan TMD di Bali yang digelar di Terminal Ubung, Kamis 2 Januari 2024.

Dalam aksi tersebut hadir sejumlah elemen, dari Organda, perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali, peneliti transportasi publik, pengguna, hingga staf TMD.

Mereka semua meminta agar TMD ini kembali bisa beroperasi karena dirasa sangat membantu.

Selain aksi, juga sudah ada petisi yang dibuat di situs shange.org yang sampai Kamis siang sudah ditandatangani hampir 12 ribu orang atau tepatnya 11.746 orang.

Baca juga: Koster Akan Hidupkan Lagi Bus Trans Metro Dewata Setelah Dilantik Jadi Gubernur Bali

Petisi ini dibuat oleh pengguna TMD, Dyah Rooslina, yang telah memanfaatkan bus ini sejak 2022 lalu.

Ia membuat petisi ini pada 29 Desember 2024 saat mengetahui informasi dari media jika operasional TMD akan berakhir.

“Tanggal 1 kemarin paling banyak yang ngisi, sampai 6 ribu orang. Karena mereka banyak yang kecewa, tiba-tiba saja berhenti operasionalnya,” papar perempuan yang tinggal di Bali selama 12 tahun.

Ia mengaku sangat prihatin melihat kondisi ini, di mana Bali merupakan destinasi internasional tapi tidak mempunya transportasi publik.

“Saya turut prihatin juga dengan pernyataan Pak Kadis Perhubungan Bali di media, yang menyebutkan tidak optimal. Beliau bilang warga Bali pakai kendaraan pribadi. Padahal kenyataannya masih banyak yang tidak punya kendaraan pribadi. Disabilitas, anak sekolah, mahasiswa, pekerja, dan siswa banyak yang menggunakan bus ini,” paparnya.

Tak hanya itu, menurutnya wisatawan juga banyak yang sudah tahu keberadaan bus ini dan mempermudah akses mereka ke Ubud atau daerah lainnya.

Selain itu, keberadaan bus ini juga disebut mengurangi kemacetan dan polusi di Bali.

“Kendaraannya juga sangat nyaman, dan bersih, dengan harga yang murah, untuk umum 4 ribu, siswa, lansia, dan mahasiswa 2 ribu,” paparnya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved