Virus HMPV

Virus HMPV, Bandara Ngurah Rai Pasang 3 Thermal Scanner, KKP Pantau Penumpang China dan Malaysia

Pemasangan thermal scanner ini sebagai langkah antisipasi dan pencegahan masuknya virus Human Metapneumovirus (HMPV) ke Provinsi Bali. 

TRIBUN BALI/ZAENAL NUR ARIFIN
THERMAL SCANNER – Sejumlah penumpang melintas di area thermal scanner di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Selasa (7/1). 

TRIBUN-BALI.COM - Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali memasang alat thermal scanner atau alat pengecekan suhu tubuh.

Pemasangan thermal scanner ini sebagai langkah antisipasi dan pencegahan masuknya virus Human Metapneumovirus (HMPV) ke Provinsi Bali. 

Dari pantauan Tribun Bali, Selasa (7/1) pada sekira pukul 09.30 WITA di terminal kedatangan internasional, 2 unit thermal scanner milik BBKK Denpasar telah terpasang.

Namun tak terlihat petugas dari BBKK Denpasar yang bertugas untuk monitor thermal scanner tersebut. Virus HMPV baru-baru ini merebak di China dan dilaporkan telah ditemukan di Indonesia. 

“Kami selaku pengelola dari Bandara I Gustu Ngurah sudah menyiapkan 3 thermal scanner yaitu 2 di kedatangan internasional dan 1 di kedatangan domestik,” ujar Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi saat ditemui usai menghadiri penutupan Posko Terpadu Nataru 2024/2025 pada Selasa (7/1).

Baca juga: BUNTUT Pemecatan STY, Komisi X DPR Segera Panggil PSSI, Simak Beritanya!

Baca juga: JASAD 2 Nelayan Terkejut Ditemukan Mengambang di Perairan Buleleng, Simak Beritanya!

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar. Ditegaskan, jika ada suspect akan dicek lebih lanjut baru dirujuk ke rumah sakit. “Kami imbau jangan panik dan tetap jaga Kesehatan,” kata dia.

Eka Sandi mengatakan, peningkatan kewaspadaan tentu dilakukan dari pihak bandara, tetapi pihaknya menunggu Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait meningkatkan kewaspadaan virus HMPV.

“Imbauan sudah ada terkait virus ini tentu leading sektornya di Karantina Kesehatan tetapi menunggu surat edaran itu. Sejauh ini belum ada (SE Kemenkes), tetapi imbauan sudah,” ungkap Eka Sandi.

Pihaknya juga menyampaikan belum ada pembatalan penerbangan dari China dan Malaysia. “Dari China belum ada cancel penerbangan. Secara khusus kami tetap mengantisipasi dari segala penyakit. Pengawasan khusus penumpang dari China ke Bali masih menunggu edaran dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan. Kami sebagai operator menjalankan,” papar Eka Sandi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Anak Agung Ngurah Kesumajaya menjelaskan, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi untuk mencegah masuknya virus HMPV ke Bali. 

“Yang pertama ini informasinya sudah kita monitor terus. Di China sudah merebak, di Malaysia mungkin sudah ratusan juga terdeteksi. Yang kita lakukan, memang secara resmi arahan dari Kemenkes belum ada, tetapi kita sudah beberapa langkah di Bali,” ujarnya Selasa (7/1). 

Kesumajaya menjelaskan, salah satu upaya antisipasi yang dilakukan adalah melalui pengisian Health Alert Card (SSHP). Menurutnya, data kesehatan penumpang bisa dipantau dari kartu tersebut. 

“Memang perlu kita antisipasi, terkait kita sekarang punya yang namanya pengisian SSHP, yaitu kartu sehat. Gejala penyakitnya itu hampir mirip sama, seperti gejala panas influenza. Kita koordinasi dengan maskapai untuk memastikan penumpangnya mengisi itu. Kalau dia ada kondisi kurang bagus, itu bisa kita cek lebih dalam,” imbuhnya.

Kesumajaya mengungkapkan, pengisian SSHP bisa dilakukan sejak dua hari sebelum keberangkatan hingga saat kedatangan di Bandara Ngurah Rai. Pihaknya juga memastikan di pintu masuk kedatangan internasional telah dipasang barcode untuk memudahkan penumpang mengisi data kesehatan.

“Kita juga masih pasang thermo scanner. Kalau suhu tubuhnya tinggi, jelas harus dicek ulang. Kalau di atas 38 derajat, kita ambil swab. Kita ada alat tes cepat monoculer di laboratorium kecil di bandara. Hasilnya bisa keluar dalam waktu 30 menit,” katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved