Berita Buleleng
Sugawa Korry Absen Pada Penetapan Bupati-Wakil Bupati Buleleng Terpilih, Simak Alasannya!
Atas kondisi itu, Suardana akhirnya mewakili paket 'Ok Gas' untuk menghadiri acara penetapan calon terpilih.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng menggelar rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Kamis (9/1).
Di mana KPU Buleleng menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng nomor urut 2, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih Buleleng periode 2025 - 2030 dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024
Acara tersebut tampak dihadiri Paslon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 2 secara lengkap. Sedangkan Paslon nomor urut 1, hanya dihadiri calon Wakil Bupati Bueleleng, Gede Suardana.
Baca juga: SAH! Sutjidra-Supriatna Pimpin Buleleng, Segera Siapkan Program 100 Hari
Baca juga: Pasca Penetapan, Sutjidra Segera Siapkan Program 100 Hari di Buleleng
Ditemui usai acara, Suardana mengungkapkan alasan tidak hadirnya calon Bupati Buleleng, I Nyoman Sugawa Korry. Yang mana Sugawa sedang ada acara pada tanggal dan waktu yang bersamaan. "Beliau ada acara berbarengan, jadi mohon maaf tidak bisa hadir," ucapnya.
Atas kondisi itu, Suardana akhirnya mewakili paket 'Ok Gas' untuk menghadiri acara penetapan calon terpilih.
Pihaknya pun mengajak untuk bersama-sama membangun Kabupaten Buleleng agar lebih maju lagi, serta berharap Bupati dan Wakil Bupati terpilih menjadi milik semua masyarakat Buleleng.
Disinggung mengenai titipan program untuk pemerintahan Sutjidra-Supriatna nantinya, Suardana mengatakan pihaknya siap apabila diminta saran dan pendapat. Namun menurutnya ada program-program yang menjadi hal wajib dan diharapkan bisa segera dilaksanakan. Misalnya masalah pendidikan dan kesehatan.
"Kami akan membantu baik di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, bersama-sama membangun Buleleng," ucapnya. (mer)
| DINSOS Pastikan Pendampingan Berlanjut, Delapan Korban Kasus LKSA GS Dipindahkan ke Panti |
|
|---|
| SAPI Terjun ke Sumur Dikira Hilang Oleh Pemiliknya di Desa Banyupoh, Evakuasi Tim TRC Berhasil |
|
|---|
| Baru Saja Dibeli, Dikira Hilang, Sapi Milik Warga di Buleleng Ternyata Masuk Sumur Sempit |
|
|---|
| Kebutuhan 3.000 Telur per Hari, Program MBG Jadi Peluang Besar Usaha Desa di Sukasada Buleleng |
|
|---|
| PEMILIK Bangunan Liar Diberi Waktu 30 Hari Bongkar Mandiri, Kappa: Tidak Ada Ganti Rugi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wgvberbhedrnjrtgmn.jpg)