Longsor di Bali
DRAMATIS Korban Selamat Longsor di Ubung Denpasar Lihat Langsung Teman Terkubur, Tak Bisa Teriak
DRAMATIS Korban Selamat Longsor di Ubung Denpasar Lihat Langsung Teman Terkubur, Tak Bisa Teriak
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
Sulaiman sudah tinggal di kos-kosan tersebut 1 bulanan, dan korban-korban meninggal baru 15 hari tinggal disana.
Sebelumnya pun Sulaiman mengatakan tak ada tanda-tanda tanah longsor.
Ia juga menjelaskan pengerukan belakang kamar kos-kosan baru dilakukan kurang lebih satu bulan yang lalu.
Setelah pengerukan terlihat excavator atau mobil bego mulai beroperasi sehingga menimbulkan getaran.
“Mungkin ada dua hari sebelum kejadian (mobil bego), sudah mulai nguruk kalau sebelumnya agak jauh disana dia,” bebernya.
Sulaiman yang juga bekerja sebagai buruh bangunan sempat berpikir mengapa melakukan pengerukan dipasangan pondasi yang baru dibuat.
Terlebih jarak besi terlalu jauh, biasanya kata Sulaiman saat membuat senderan minimal jaraknya 3 meter dari tiang ke atas.
“Barang-barang (yang bisa diselamatkan) itu cuma baju aja. Kalau ada saya surat-surat juga tidak bisa diselamatkan. Belum (dapat bantuan) saya ini, kayak uang tempat tinggal uda tidak ada,” tutupnya.
Seperti diketahui, dua peristiwa bencana alam longsor yang terjadi secara beruntun di Klungkung pada Minggu 19 Januari 2025 petang dan Denpasar pada Senin 20 Januari 2024 pagi mengakibatkan hilangnya sejumlah nyawa.
Di Klungkung sebuah batu besar berdiameter 5 meter longsor menimpa sejumlah orang yang sedang meditasi di sebuah Pasraman di Banjar Cempaka, Desa Pikat.
Kejadian ini menyebabkan 4 orang tewas dan 4 lainnya luka-luka.
Disusul Senin paginya, musibah tanah longsor terjadi di Ubung Kaja Denpasar yang menimpa kos-kosan berpenghuni.
Sebanyak 8 orang menjadi korban, 5 orang tewas dan 3 luka-luka.
"Kita ketahui bersama, cuaca Bali beberapa hari terakhir sangat ekstrem menyebabkan terjadi bencana alam di beberapa lokasi, selain material, bencana tersebut juga mengakibatkan beberapa korban jiwa, seperti di Desa Pikat Klungkung dan Ubung Denpasar," ujar Kabid Humas Kombes Pol. Ariasandy S.I.K, pada Selasa 21 Januari 2025.
"Bencana tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi kita semua, terutama keluarga para korban, tentunya kita semua berharap itu bencana alam yang terakhir dan ke depan tidak terjadi lagi," sambungnya.
Hendak Gelar Lomba Mancing, Irigasi Tertutup Longsor di Tegalalang Gianyar |
![]() |
---|
Tebing di Perbatasan Kembali Longsor, Jalur Klungkung-Gianyar Bali Lumpuh |
![]() |
---|
Pura Beji Pancoran Pamor di Tabanan Bali Tertimpa Reruntuhan Tebing, Palinggih Rusak |
![]() |
---|
Giri Prasta: Sudah Lakukan Mitigasi Bencana, Pasca Longsor Hingga Ada Korban di Wilayah di Bali |
![]() |
---|
Update Longsor di Denpasar: Pihak Keluarga Tunggu Berkas Untuk Pemulangan Jenazah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.