Berita Gianyar

Temukan Banyak Fasilitas Umum Rusak, Monev Komisi II DPRD Gianyar ke Sejumlah Lokasi

Setelah rapat, pihaknya pun turun ke lapangan, dan ditemukan banyak fasilitas umum yang mengalami kerusakan, seperti jalan rusak, trotoar jebol.

istimewa
CEK FASUM - Komisi II DPRD Gianyar, Bali menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di lapangan, Rabu (22/1) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM  - Komisi II DPRD Gianyar, Bali menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di lapangan, Rabu (22/1) pagi. Kegiatan yang dipimpin Ketua Komisi II, DR I Nyoman Amertayasa itu, menemukan banyak fasilitas umum (fasum) yang rusak. Kerusakan selain karena faktor usia, juga banyak disebabkan oleh curah hujan tinggi.

Ketua Komisi II DPRD Gianyar, DR I Nyoman Amertayasa menjelaskan, sebelum Monev pihaknya telah beberapa kali menggelar rapat dengan instansi terkait, dalam menyikapi fasilitas umum. Rapat tersebut digelar sejak Senin 20 Januari 2025, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar.

Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pariwisata Gianyar. Setelah rapat, pihaknya pun turun ke lapangan, dan ditemukan banyak fasilitas umum yang mengalami kerusakan, seperti jalan rusak, trotoar jebol, sampah dan sebagainya.

Baca juga: Kapolres Perang Puputan Pada Narkoba, Polisi Ciduk Komplotan Pengedar Sabu di Sambangan Buleleng

Baca juga: Usaba Pitra di Pura Dalem Puri Besakih Nyejer Sepekan, Mulai 28 Januari & Puncak 2 Februari 2025

"Sebelumnya, kami banyak menerima pengaduan masyarakat, disamping itu kita juga selama ini memantau banyak jalan rusak oleh curah hujan intensitas tinggi," ujarnya. 

Adapun yang ditemui saat itu, mulai dari trotoar rusak di sepanjang Jalan Patih Jelantik Gianyar menuju Jalan Raya Bukit Jati. Bahkan saking lamanya tidak diperbaiki, trotoar yang jebol tersebut sampai ditutupi oleh tanaman liar, sehingga sangat membahayakan masyarakat jika tak mengetahui jika trotoar jebol.

Selain itu, juga ditemukan kawasan langganan banjir. Yakni di depan SDN 7 Gianyar. Banjir disebabkan karena gorong-gorong sepanjang jalan depan sekolah sampai ke utara perumahan Kelurahan Beng, mengalami kerusakan parah. Berjalan ke timur, tepatnya di jembatan penghubung Bukit Jati dan Kelurahan Gianyar, kondisinya lebih memprihatinkan. 

"Banyak aspal yang rusak di jembatan ini. Belum lagi saat hujan, airnya menggenang, membahayakan pengguna jalan," ujarnya. 

Tak hanya itu, di beberapa tempat pihaknya juga menemukan sampah berserakan di trotoar, seperti di Bypass Darma Giri. Dalam hal ini, pihak dewan meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar terus mensosialisasikan tentang pemilahan sampah, dan memastikan jam menaruh sampah di luar rumah, supaya Kabupaten Gianyar tidak terlihat kumuh oleh tumpukan sampah depan rumah.

Pasca Monev ini, Amertayasa mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian untuk memastikan mana persoalan yang harus segera ditangani, dan mana persoalan yang akan menjadi skala prioritas APBD 2025. "Habis ini, kita lakukan kajian untuk menindaklanjuti. Mana yang harus segera diperbaiki, mana yang menjadi skala prioritas," ujarnya. (weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved