Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi

ASYIK! Bus TMD Juli Beroperasi Kembali, Mencuat dalam Diskusi “Bali Bicara Transportasi Publik”

Pada acara ini juga turut membahas permasalahan terhentinya operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD).  

TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI 
WRI Indonesia dan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih adakan acara ‘Bali Bicara Transportasi Publik’. Pada acara ini juga turut membahas permasalahan terhentinya operasional Bus Trans Metro Dewata. 

TRIBUN-BALI.COM  – WRI Indonesia dan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih menggelar diskusi terbuka ‘Bali Bicara Transportasi Publik’. Pada acara ini juga turut membahas permasalahan terhentinya operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD).  

Ketua Sekretariat Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Sofwan Hakim mengatakan, diskusi ini juga merupakan follow up dari beberapa advokasi yang dilakukan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih dan juga WRI Indonesia untuk bus TMD

“Saat ini kami ingin mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk mengetahui isu-isu terkait dengan transportasi publik di Bali dan bagaimana sebenarnya mekanisme keberlanjutan yang bisa dilakukan oleh Pemda dan juga bentuk dukungan seperti apa yang harus dilakukan oleh masyarakat,” jelas Sofwan, Jumat (24/1). 

Baca juga: Puji Layanan PBG di Gianyar Tercepat, Menteri Maruarar dan Tito Kunjungi Gianyar

Baca juga: Krama Kemenuh Berharap Permasalahan Tanah Subak Tuntas, Sebelum Gelar Karya Besar 20 November 2025

BUS TMD – Sejumlah penumpang tampak menikmati perjalanan bersama Bus TMD , Sabtu (28/12).
BUS TMD – Sejumlah penumpang tampak menikmati perjalanan bersama Bus TMD , Sabtu (28/12). (TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI )

Kabar terbarunya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda Bali terutama Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan sudah ada pertemuan antara Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dengan pemerintah Provinsi Bali, Pj Gubernur dan juga beberapa stakeholder operasional di bus TMD

Sudah ada pembahasan mekanisme kolaborasi seperti apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bali dan WRI Indonesia mendukung bagaimana mekanisme model bisnis, mekanisme kolaborasi badan layanan usaha ke lembagaan yang lebih berkelanjutan untuk bus TMD.

Paling cepat, bus TMD akan beroperasi di bulan Juli karena harus menunggu pelantikan Gubernur, kemudian Gubernur mengesahkan APBD Provinsi untuk bekerjasama dengan Kabupaten/Kota. Selama masa transisi bus TMD tak beroperasi akan tetap digantikan bus Sarbagita dengan tetap di koridor 1. 

“Kita harapannya seperti yang disampaikan oleh para nasumber belajar juga dari pengalaman di Kota Semarang ada badan layanan usaha daerah yang bisa secara berkelanjutan mengelola pendapatan kemudian pengeluaran untuk transportasi publik masal sehingga tidak bergantung dari APBN di pusat dan juga lebih berkelanjutan karena memang punya bisnis model yang lebih bisa mendapatkan mandiri,” bebernya. (sar)
Tak Ada Penambahan Koridor 

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan jika bus TMD sudah beroperasi, bus Sarbagita akan dihentikan. “Iya kalau Bus Trans Metro Dewata sudah kembali, Trans Sarbagita kita tarik,” ucap Samsi. 

Ia mengatakan selama menggantikan bus TMD, tidak ada penambahan koridor bus. “Tidak ada (penambahan koridor). Mudah-mudahan Bus Trans Metro Dewata bisa kembali dengan cepat. Kasihan masyarakat,” tutupnya. (sar)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved