Music Zone

Nosstress Rilis Single Terbaru Bertajuk ‘Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh’ 

Nosstress melepas single terbarunya yang diberi tajuk ‘Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh’,

Istimewa
Personel Nosstress, Guna Warma dan Man Angga 
- Transpose +

 

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Usai merilis karya lagu kolaborasi bersama Hara, moniker dari Rara Sekar berjudul ‘Raih Tanahmu’ di bulan November 2024.

Band folk asal Denpasar, Bali, Nosstress melepas single terbarunya yang diberi tajuk ‘Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh’, bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, 14 Februari 2025.

Baca juga: Visual Dewa Siwa Jadi Latar Musik DJ di Beach Klub Bali Terancam Penistaan Agama, DPRD Turun Tangan

Sama halnya dengan karya-karya sebelumnya, Man Angga (gitar, vokal) dan Guna Warma (gitar, vokal) kembali menuangkan keresahannya ke dalam lagu ‘Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh’. Dan memang kesemua lagu ciptaan Nosstress lahir dari apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. 

Baca juga: Gunakan Visual Dewa Siwa di Latar Musik DJ Dijerat Pasal Penodaan Agama, DPRD Bali Gelar Pertemuan

"Di momentum Hari Kasih Sayang, kami merilis lagu baru (Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh) dan sudah bisa didengarkan di platform musik digital," terang Guna Warma pada, Sabtu 15 Februari 2025. 

 


Lagu ‘Beri Waktu Hidup Tuk Tumbuh’ ibarat pengingat diri, menilik hidup manusia kebanyakan kini. Dipaksa ikuti sistem buatan mereka yang berkuasa meski tertindas.

 


"Untuk tumbuh dan berkembang, tanaman perlu waktu dan lingkungan yang tepat. Tempat tumbuh yang baik, cukup sinar matahari, air dan suhu yang tepat. Ketika keseimbangan lingkungannya diacak-acak, dicemari tentu ia akan mati. Jika tetap hidup, ia akan hidup setengah mati. Manusia tak ubahnya tanaman walaupun dapat berjalan, berbicara dan memiliki kehendak. Pula kemampuan mengolah pikir," tutur Man Angga.

 


"Kini sebagian besar manusia dibuat serba terbatas, tak dapat memilih tempatnya untuk hidup. Hidup di lingkungan yang rusak dengan kebebasan yang tercerabut terpaksa dijalani meski dalam penindasan," imbuhnya.

 


Di sisi lain, iklan-iklan hadir menelan jiwa manusia untuk hidup serba cepat, serba singkat. Bekerja untuk membeli, membeli dan membeli semua hal yang sebenarnya tak perlu. Menelan semua informasi yang tak ada gunanya hingga abai dan tidak memiliki sisa waktu berfikir hal yang lebih penting. 

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved