Penusukan di Denpasar
FIRASAT Buruk Istri & Mimpi Sang Anak Didatangi Mendiang Kadek Parwata Lambaikan Tangan
Mirisnya lagi, antara korban dan tersangka tidak saling kenal satu sama lain. Tersangka melakukan penusukan, semata-mata karena emosi saja.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Tragedi berdarah di Jalan Nangka, Denpasar, Bali menemui titik terang usai tersangka ditangkap polisi.
Netizen pun berterimakasih kepada polisi, karena berhasil menangkap tersangka penusukan Kadek Parwata. Di mana korban sampai meninggal dunia karena kehabisan darah.
Mirisnya lagi, antara korban dan tersangka tidak saling kenal satu sama lain. Tersangka melakukan penusukan, semata-mata karena emosi saja.
Dan salah mengira bahwa korban adalah teman dari korban penganiayaan tersangka sebelumnya. Hal ini pun memantik kemarahan publik, membuat netizen geram akan tingkah jahat pelaku.
Baca juga: ISTRI Kadek Parwata Ungkap Chat Jelang Penusukan di Denpasar, Ada Ritual Minta Petunjuk Roh Leluhur
Baca juga: ANCAMAN Hukuman 15 Tahun Penjara Menanti Mas Pras, Usai Lakukan Penusukan Terhadap Kadek Parwata

Firasat Buruk & Mimpi Lambaikan Tangan
Istri mendiang Kadek Parwata, Komang Ayu usia 31 tahun, mengatakan sebelum suaminya Kadek Parwata berpulang, karena insiden penusukan salah sasaran di depan warung, Jalan Nangka Utara beberapa waktu lalu.
Ia sudah merasakan firasat buruk dan tidak memberi izin kepada suaminya untuk melayat. “Waktu itu di rumah, temannya jam 2 subuh datang ke sini, langsung diajak ke rumah sakit, setelah sampai di rumah sakit, sudah tidak ada (meninggal dunia). Dibawanya ke RS Bakti Rahayu,” jelasnya Selasa 18 Februari 2025.
Komang Ayu menuturkan, saat itu suaminya berpamitan pergi untuk melayat pada pukul 19.30 WITA. Sebetulnya Komang Ayu sudah meminta Kadek Parwata untuk tidak pergi melayat.
“Dia pamitan melayat, sebenarnya sih saya tidak kasih, kalau tidak kasih nanti dia marah, ya sudah saya izinkan. Saya juga tidak tahu juga kayak gini kejadianya, kalau tahu begitu saya gak izinin,” bebernya.
Keseharian Kadek Parwata setiap hari mengurus anak. Kadek Parwata memiliki side job, yakni menjadi ahli tato. Selain itu juga mengantar dan menjemput anak sekolah.
“Saya sama suami kerja dibedakan shift kalau dia siang saya pagi. Biar ada yang antar jemput,” sambungnya.
Komang Ayu menikah dengan Kadek Parwata pada 2014, Komang Ayu menuturkan ia merupakan teman Kadek Parwata saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
“SMP tiang gak (tidak) ketemu, SMA ketemu, lagi daily working (DW) di Inna Bali. Pacaran dua tahun,” jelasnya sambil menangis.
Perempuan asal Pejeng, Gianyar ini juga menuturkan anak-anaknya masih belum paham jika ayahnya sudah berpulang.
“Saya rasa belum (tahu), nanti pelan-pelan pasti mereka tahu, itu anak kesayangannya yang paling kecil, waktu pulang penguburan dia menangis, katanya lihat di mimpi bapak dada-dada (lambaikan tangan),” terangnya.
Kadek Parwata
jenazah
penusukan
Karangasem
pemakaman
meninggal dunia
Komang Ayu
firasat buruk
pembunuhan
Polda Bali
Polresta Denpasar
Bastomi Prasetiawan
IDAK Ditusuk di Dada Disaksikan Anaknya di Jalan Imam Bonjol Bali, Selisih Paham Diduga Jadi Pemicu |
![]() |
---|
2 PELAKU Penusukan di Imam Bonjol Diamankan Satreskrim Polresta Denpasar, Begini Kronologinya! |
![]() |
---|
CEWEK Open BO MiChat Tidak Dibayar, 2 Teman Prianya Nekat Tusuk Pemesan di Denpasar |
![]() |
---|
Kasus Pembunuhan Parwata Segera Rekontruksi di Bali, Mas Pras Bisa Tambah Pasal Memberatkan |
![]() |
---|
KASUS Pembunuhan di Denpasar Segera Rekontruksi, Kasat Reskrim: Bisa Tambah Pasal Memberatkan! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.