Penusukan di Denpasar

FIRASAT Buruk Istri & Mimpi Sang Anak Didatangi Mendiang Kadek Parwata Lambaikan Tangan  

Mirisnya lagi, antara korban dan tersangka tidak saling kenal satu sama lain. Tersangka melakukan penusukan, semata-mata karena emosi saja.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin/Eka Mita Suputra
PELAKU (Kiri) & Istri Korban (kanan) - Pelaku pembunuhan Kadek Parwata akhirnya berhasil diamankan, tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Utara.Di mana pelaku atas nama Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

TRIBUN-BALI.COM - Tragedi berdarah di Jalan Nangka, Denpasar, Bali menemui titik terang usai tersangka ditangkap polisi. 

Netizen pun berterimakasih kepada polisi, karena berhasil menangkap tersangka penusukan Kadek Parwata. Di mana korban sampai meninggal dunia karena kehabisan darah.

Mirisnya lagi, antara korban dan tersangka tidak saling kenal satu sama lain. Tersangka melakukan penusukan, semata-mata karena emosi saja.

Dan salah mengira bahwa korban adalah teman dari korban penganiayaan tersangka sebelumnya. Hal ini pun memantik kemarahan publik, membuat netizen geram akan tingkah jahat pelaku. 

 

Baca juga: ISTRI Kadek Parwata Ungkap Chat Jelang Penusukan di Denpasar, Ada Ritual Minta Petunjuk Roh Leluhur

Baca juga: ANCAMAN Hukuman 15 Tahun Penjara Menanti Mas Pras, Usai Lakukan Penusukan Terhadap Kadek Parwata

KOLASE FOTO - Tangkap layar kondisi Kadek Parwata usai alami penusukan di Jalan Nangka Utara, Denpasar Bali pada 13 Februari 2025 dan tersangka saat dirilisi Polresta Denpasar pada 17 Februari 2025.
KOLASE FOTO - Tangkap layar kondisi Kadek Parwata usai alami penusukan di Jalan Nangka Utara, Denpasar Bali pada 13 Februari 2025 dan tersangka saat dirilisi Polresta Denpasar pada 17 Februari 2025. (Istimewa/Tribun Bali)

 

Firasat Buruk & Mimpi Lambaikan Tangan  

Istri mendiang Kadek Parwata, Komang Ayu usia 31 tahun, mengatakan sebelum suaminya Kadek Parwata berpulang, karena insiden penusukan salah sasaran di depan warung, Jalan Nangka Utara beberapa waktu lalu.

Ia sudah merasakan firasat buruk dan tidak memberi izin kepada suaminya untuk melayat. “Waktu itu di rumah, temannya jam 2 subuh datang ke sini, langsung diajak ke rumah sakit, setelah sampai di rumah sakit, sudah tidak ada (meninggal dunia). Dibawanya ke RS Bakti Rahayu,” jelasnya Selasa 18 Februari 2025. 

Komang Ayu menuturkan, saat itu suaminya berpamitan pergi untuk melayat pada pukul 19.30 WITA. Sebetulnya Komang Ayu sudah meminta Kadek Parwata untuk tidak pergi melayat. 

“Dia pamitan melayat, sebenarnya sih saya tidak kasih, kalau tidak kasih nanti dia marah, ya sudah saya izinkan. Saya juga tidak tahu juga kayak gini kejadianya, kalau tahu begitu saya gak izinin,” bebernya.

Keseharian Kadek Parwata setiap hari mengurus anak. Kadek Parwata memiliki side job, yakni menjadi ahli tato. Selain itu juga mengantar dan menjemput anak sekolah.

“Saya sama suami kerja dibedakan shift kalau dia siang saya pagi. Biar ada yang antar jemput,” sambungnya. 

Komang Ayu menikah dengan Kadek Parwata pada 2014, Komang Ayu menuturkan ia merupakan teman Kadek Parwata saat masih duduk di bangku sekolah dasar. 

“SMP tiang gak (tidak) ketemu, SMA ketemu, lagi daily working (DW) di Inna Bali. Pacaran dua tahun,” jelasnya sambil menangis.

Perempuan asal Pejeng, Gianyar ini juga menuturkan anak-anaknya masih belum paham jika ayahnya sudah berpulang. 

“Saya rasa belum (tahu), nanti pelan-pelan pasti mereka tahu, itu anak kesayangannya yang paling kecil, waktu pulang penguburan dia menangis, katanya lihat di mimpi bapak dada-dada (lambaikan tangan),” terangnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved