Berita Nasional
IRONI, Makan Siang Gratis Bagi Siswa Tapi Beasiswa Kini Tiada, Aksi Massa Minta Kaji Efisiensi
Sang pemimpin meminta efisiensi alias penghematan, yang justru malah kian menyusahkan masyarakat rakyat Indonesia khususnya kalangan menengah ke bawah
“Sekarang lagi proses kapan efisiensi itu makanya masing-masing Kementerian melaporkan itu apakah dipangkas atau tidak. Jadi sesuai dinamika yang berlaku, seperti pendidikan awalnya pemangkasan sekian, tetapi ketika ada masukan dari Kementerian setelah direkonstruksi kemungkinan program yang berhubungan dengan SDM memang jangan dipangkas,” kata dia.
“Dan saya yakin tidak akan dipangkas, yang dipangkas program perjalanan dinas, Bimtek, ATK, jasa konsultan dan itu wajar,” bebernya.
Melihat masa aksi tersebut, Suyasa mengatakan itu merupakan proses dari demokrasi dari mahasiswa. Menurutnya, aspirasi massa akan ditampung sesuai dengan kewenangan DPRD Bali. “Tentunya program-program pemerintah ya harus kita kawal karena itu sangat baik, seperti efisiensi ini sangat baik, saya kira positif untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” sambungnya.
Sementara untuk anggaran pendidikan di APBD Tahun Anggaran (TA) 2025 sejumlah 20 persen sesuai dengan amanat Undang-undang. Ia pun meyakini bahwa tidak akan ada pemangkasan pada anggaran pendidikan.
“Saya yakin, saya seyakin-yakinnya, karena kemarin apa yang disampaikan Kemenkeu bahwa sesuai dengan dinamika, kalau ada hal-hal yang tidak perlu dipangkas ya tidak dipangkas, misalnya beasiswa, KIPK, BIP, afirmasi juga tidak,” kata dia.
“Terlepas dari pro kontra itu wajar, dari dulu yang enak-enak sekarang yang diketat disiplin efektif saya kira tahun ini memang akan ada pro kontra tapi ke depannya baik, terbiasa dengan hal yang baik, berjalan dengan baik,” jelas Suyasa. (sar)
makan siang
MBG
makan siang gratis
efisiensi
Indonesia Gelap Darurat Pendidikan
DPRD
pendidikan
Prabowo Subianto
APBN
Aliansi Bali Tidak Diam
mahasiswa
| ASTAGA! Polisi Diduga Rudapaksa Remaja Perempuan di Jambi, Hotman Paris Turun Tangan |
|
|---|
| Pedagang Pasar Tradisional Tertekan Biaya Plastik, Ngadiran: Masyarakat Belum Terbiasa |
|
|---|
| Tak Sedikit Warga Bekerja Sampingan Demi Bertahan Hidup, Literasi Keuangan Masih Kisaran 66 Persen |
|
|---|
| Enggan Tanggapi Komentar Tajam ke Menpar, Wamen Ni Luh Puspa: Tanya ke Ibu Menteri Saja |
|
|---|
| OJK Sambut Positif Klasifikasi FTSE Russell dan Tegaskan Komitmen Integritas Pasar Modal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/w2hge3wher4jnr45tk6.jpg)