Ramadan 2025

Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Pemkab Badung Rancang Operasi Pasar dan Bazar Murah untuk Tekan Inflasi

Subsidi harga akan diberikan untuk beberapa komoditas strategis, bekerja sama dengan Perumda. 

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ilustrasi - Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Pemkab Badung Rancang Operasi Pasar dan Bazar Murah untuk Tekan Inflasi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung tengah berupaya menjaga stabilitas harga komoditas menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1947 dan Idul Fitri 1446 H yang jatuh dalam waktu dekat ini. 

Untuk mencegah lonjakan harga yang dapat memicu inflasi, Pemkab Badung telah menyiapkan tiga strategi utama, salah satunya akan menggelar Operasi pasar dan Bazar Pangan Murah.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Badung, A.A. Sagung Rosyawati mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat dengan sejumlah instansi terkait guna membahas upaya pengendalian harga selama periode hari raya. 

Hal itu pun dilakukan jelang hari raya besar keagamaan yang akan berlangsung akhir Maret 2025.

Baca juga: Sambut Nyepi, Harris Hotel & Residences Sunset Road Bali Tawarkan Paket "Serenity in Paradise"

"Kami baru saja mengadakan rapat High-Level Meeting (HLM) TPID Badung untuk membahas strategi pengendalian inflasi dalam menyambut Nyepi dan Idul Fitri," kata Rosyawati saat dihubungi, Selasa 11 Maret 2025.

Hasil rapat tersebut melahirkan empat strategi utama, yaitu keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta ketersediaan pasokan dan komunikasi yang efektif. 

Dalam upaya menjaga keterjangkauan harga, pemerintah akan menggelar operasi pasar dan bazar pangan murah secara rutin dengan melibatkan Perumda, Bulog, serta berbagai pihak lainnya.

"Pada operasi ini kita fokus utama diberikan pada komoditas strategis seperti canang sari, daging ayam ras, dan hortikultura," bebernya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengaktifkan gerai inflasi yang dikelola oleh Perumda dan Bulog sebagai referensi harga di pasar tradisional. 

Subsidi harga juga akan diberikan untuk beberapa komoditas strategis, bekerja sama dengan Perumda. 

Pemerintah pun akan mengoptimalkan serapan cadangan beras dan komoditas pangan lainnya guna menjaga kestabilan pasokan.

"Untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar, Pemkab Badung akan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi minyak goreng dan LPG guna mencegah aksi penimbunan. Penerapan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) juga akan diawasi lebih ketat," jelasnya.

Sementara itu, komunikasi yang efektif menjadi bagian penting dalam strategi ini. 

Informasi mengenai pasar murah dan harga jual komoditas akan disebarluaskan kepada masyarakat. 

Pemerintah juga mengimbau pengusaha angkutan barang untuk memilih waktu distribusi yang tepat guna menghindari kendala logistik.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga menjelang dan selama perayaan Nyepi serta Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa harus khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.

"Apa yang kita laksanakan diharapkan bisa membantu masyarakat saat ini," harapnya. (gus)

Khawatirkan Harga Kebutuhan Pokok Naik

Sementara itu, warga di Kabupaten Gianyar, mulai mengkhawatirkan harga kebutuhan pokok naik. 

Terlebih lagi beberapa kebutuhan pokok seperti beras, bumbu, dan sayuran sudah mengalami kenaikan harga. 

Masyarakat pun berharap pemerintah melakukan antisipasi terhadap hal ini.

Pemilik warung dan penjual Gurami Nyatnyat, Komang Nirmala, menjelaskan bahwa dirinya merasa khawatir jelang puncak hari raya karena harga sembako naik. 

"Kami khawatir kalau-kalau harga migor ikut naik. Namun kenaikan harga daging seperti ayam dan ikan biasanya naik, namun terkendali," ujarnya.

Dia juga mengkhawatirkan pasokan gas melon 3 kg yang mulai seret di warung-warung. 

"Harapan kami bersama pedagang lain, yang penting barangnya ada dan tidak langka. Sedangkan untuk harga sembako, kami harapkan ada stabilisasi harga," harapnya

Dari data pantauan harga Dinas Perdagangan, Industri dan Perdagangan Gianyar, Selasa 11 Maret 2025, beberapa sembako sudah mengalami kenaikan harga. 

Seperti beras medium yang naik dari Rp 14.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, beras premium yang naik dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 16.000/kg, dan bawang merah yang naik dari Rp 28.000/kg menjadi Rp 32.000/kg.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengatakan, dalam mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya telah bekerja sama dengan pedagang saja pihak terkait lainnya untuk menggelar pasar murah ke desa-desa. 

"Diharapkan dengan pasar murah ini, dapat menjaga stabilitas harga jelang hari raya besar," ujarnya. (gus/weg)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved