Berita Denpasar

Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Pemkot Denpasar Gelar Bazar Pangan hingga Pasar Murah

Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melakukan berbagai langkah untuk mendukung stabilitas

Freepik/jcomp
Ilustrasi pasar - Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Pemkot Denpasar Gelar Bazar Pangan hingga Pasar Murah 

Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Pemkot Denpasar Gelar Bazar Pangan hingga Pasar Murah

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melakukan berbagai langkah untuk mendukung stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di Kota Denpasar. 

Hal ini khususnya dalam menghadapi Bulan Ramadan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1947 dan Idul Fitri 1446 H tahun 2025 ini. 

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, dalam perayaan Nyepi dan Idul Fitri, lonjakan harga akan berdampak pada inflasi yang tidak terkendali.

Baca juga: Pemkot Denpasar Larang Penggunaan Petasan dan Kembang Api Saat Perayaan Nyepi Saka 1947

Dan hal ini dapat berdampak terharap daya beli masyarakat dan perekonomian daerah. 

"Salah satu fenomena yang menjadi perhatian kita saat ini adalah kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp 130.000 per kg yang dalam seminggu ini sudah bisa kita turunkan sedikit menjadi Rp 80.000 per kg dan akan berusaha menurunkannya lagi menjelang hari raya," kata Arya Wibawa.

Dikatakannya, jika kenaikan harga ini melonjok dan tidak dikendalikan, tentunya situasi ini akan berpengaruh terhadap masyarakat terutama para pelaku usaha kuliner serta rumah tangga yang samgat bergantung pada komoditas ini. 

Baca juga: SUBSIDI Rp5 Ribu Per Kilo Cabai Rawit, Kendalikan Harga, Perumda Pasar Denpasar “Intervensi” 2 Pasar

Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya mencari langkah-langkah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, kestabilan harga, serta upaya mitigasi terhadap potensi gejolakan inflasi.

Beberapa langkah yang akan ditempuh yakni memantau harga secara langsung dan melalui data real-time lewat Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Selanjutnya TPID turun ke lapangan memastikan keterjangkauan harga agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. 

Selain itu, akan dilaksanakan operasi pasar, pasar murah dan subsidi harga, dimana Tim TPID melalui Disperindag, DPKP Kota Denpasar tetap laksanakan pasar murah dan bazar pangan.

Perumda Pasar Sewakajaya untuk melanjutkan operasi pasar dengan bantuan subsidi terutama guna menstabilkan harga cabai dan bahan pangan lainnya.

“Melalui Tim TPID ini diharapkan proaktif dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok. Selain itu pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan harga barang dan jasa, terutama menjelang bulan ramadan, nyepi dan hari raya idul fitri," katanya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H mengatakan, Pada Februari 2025, Provinsi Bali secara bulanan mengalami deflasi sebesar -0,57 persen (mtm), lebih dalam dari Januari 2025 yang mengalami deflasi -0,02% (mtm). 

Secara tahunan, inflasi Provinsi Bali menurun dari 2,41% (yoy) pada Januari 2025 menjadi 1,21% (yoy) pada Februari 2025. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved