Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

MDA Bali Adakan Gelar Agung Pecalang Bali, Minta Gubernur Bantu Ganti Baju Seragam dan Keris

kata Sukahet, jumlah desa adat di Bali sebanyak 1.500 melebihi jumlah kelurahan, yakni sekitar 700 kelurahan.

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali adakan Gelar Agung Pecalang Bali pada, Sabtu 15 Maret 2025. MDA Bali Adakan Gelar Agung Pecalang Bali, Minta Gubernur Bantu Ganti Baju Seragam dan Keris 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali adakan Gelar Agung Pecalang Bali pada, Sabtu 15 Maret 2025. 

Acara ini sekaligus untuk melakukan pendataan jumlah pecalang yang ada di Bali

Ketua MDA atau Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet memprediksi jumlah pecalang yang ada di Bali kurang lebih capai 200 ribu orang. 

“Pendataan (pecalang) masih dalam proses ada 150 ribu sampai 200 ribu pecalang karena ada 1.500 desa adat di Bali dan 4.600 banjar. 1 banjar saja ada 5 sampai 10 bahkan ribuan pecalang seperti di Kota Denpasar dan Kuta, Badung yang jumlah pecalangnya banyak,” ucapnya saat ditemui di Gelar Agung Pecalang Bali. 

Baca juga: 14 Ribu Pecalang Ikuti Gelar Agung Pecalang Bali, Cegah Pelanggaran Saat Nyepi

Bahkan kata Sukahet, jumlah desa adat di Bali sebanyak 1.500 melebihi jumlah kelurahan, yakni sekitar 700 kelurahan.

Hal tersebut yang membuat jumlah pecalang di Bali ratusan ribu banyaknya. 

Ia juga memaparkan pecalang di Bali sudah tergabung di sistem pengamanan terpadu berbasis desa adat dengan pelaksanaannya disebut bantuan keamanan desa adat yang terdapat unsur TNI, Polri, Satpol PP dan juga pecalang. 

“Ini sudah jalan programnya pelatihan-pelatihan untuk keterampilan. Untuk penguatannya siapa tau Gubernur bisa entah apa gitu, pakaiannya supaya ada gantinya, kerisnya dibantu. Kalau honor tiap bulannya kita belum mengharapkan itu karena jumlahnya terlalu banyak,” bebernya. 

Pecalang, kata Sukahet, semangatnya mengabdi atau ngayah. Dibayar atau tidak tetap ngayah. Melalui ngayah ini, kata Sukahet, pecalang akan mendapatkan pahala. 

“Kita tidak dapat dari pemerintah, dari sana sini tapi tuhan akan berikan pahala kalau tulus mengabdi,” tandasnya. 

Ia berharap melalui acara ini, para pecalang dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kepolisian, TNI untuk menjaga keamanan dan kedamaian serta ketertiban Bali karena PAD dan APBD Bali bersumber dari wisata.

Acara Gelar Agung Pacalang Bali dilaksanakan pada Sabtu 15 Maret 2025, di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar. 

Gelar Agung Pacalang Bali mengambil tema ‘Malarapan Gelar Agung Pacalang Bali Prasida Ngawerdiang Jagat Bali Niskala- Sekala’. 

I Gede Nurjaya selaku Petajuh Bendesa Agung bidang Kelembagaan dan SDM sekaligus Ketua Panitia Gelar Agung Pecalang Bali ketika dikonfirmasi mengatakan, tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kapasitas serta tugas pokok pecalang dalam upaya menjaga keamanan ketertiban di wewidangan desa adat masing-masing. 

“Tugas pecalang mengamankan wilayah dalam rangka yadnya kebetulan tanggal 29 Maret kan Nyepi supaya tidak ada lagi masalah saat Nyepi. Untuk sementara sambil pendataan kita minta 15 orang pecalang tapi kan tidak semua desa adat punya sebanyak itu ada yang punya banyak ada yang sedikit. Ya sekaligus untuk mendata jumlah pecalang. Karena ini baru pertama kali acaranya,” jelas, Nurjaya pada, Jumat 14 Maret 2025. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved