Berita Badung
Pasca Munculnya Kasus Rabies, Disperpa Badung Sebut Mobilitas Anjing Sangat Dinamis & Tambah Vaksin
pihaknya ingin kawasan Badung tetap bebas dari kasus rabies, apalagi Badung menjadi tujuan wisatawan.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung menanggapi serius munculnya gigitan positif rabies di Gumi keris.
Hal itu lantaran capaian vaksin yang sudah tinggi, namun masih tetap terdapat kasus.
Setelah ditelusuri, ternyata banyak anjing yang dari luar Badung masuk ke Bali.
Selain itu, ada juga anjing liar yang memang belum mendapatkan vaksin.
Baca juga: DIHANTUI Rabies, Anjing Gigit 8 Orang di Ubud, Terjadi Perubahan Perilaku
“Mobilitas anjing di kabupaten Badung sangat Dinamis. Jadi kita susah sekali menebaknya. Apalagi kita dekat dengan daerah-daerah lain,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung, Wayan Wijana Sabtu 15 Maret 2025
Meski demikian, pihaknya ingin kawasan Badung tetap bebas dari kasus rabies, apalagi Badung menjadi tujuan wisatawan.
Pihaknya sendiri kini kembali menggencarkan pelaksanaan vaksin, hingga ke depan tidak ada lagi kasus positif rabies.
“Kami menduga mungkin pada tahun sebelumnya ada anjing yang liar belum di vaksin. Atau mungkin yang sekarang punya anak, anak anjingnya belum di vaksin dan mungkin juga saat kami jemput bola, pemilik anjing belum melakukan vaksin kepada anjingnya karena mereka tidak di rumah,” bebernya.
Meski demikian, untuk memaksimalkan vaksinasi, pihaknya sendiri akan menggencarkan dan menambah jumlah vaksin rabies yang dimiliki. Diakui saat ini Badung memiliki 60 ribu vaksin rabies.
“Ke depan jumlah vaksin akan kita tambah lagi 20 ribu. Apalagi, perkiraan hewan penular rabies di Badung di angka 86 ribu ekor. Sehingga kita tambah minimal di angka 80 ribu vaksin, hingga target vaksinasi bisa tinggi,” harapnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Badung di tahun 2025 ini kembali mencatat adanya kasus gigitan anjing rabies di Gumi Keris.
Padahal capaian vaksinasi hewan pembawa rabies (HPR) sudah tinggi dan gencar dilakukan.
Menurut informasi yang didapat, kasus gigitan positif rabies terjadi di beberapa lokasi di Badung.
Seperti di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Desa Dalung dan Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Badung.
Kendati demikian belum ada korban jiwa akibat gigitan anjing positif rabies itu, namun pemerintah setempat tetap waspada, mengingat Kabupaten Badung merupakan daerah kunjungan wisatawan.
Sebelumnya Wijana tidak menampik adanya kasus gigitan hewan rabies di Kabupaten Badung tersebut.
Padahal kata Wijana capaian vaksinasi HPR pada tahun 2024 mencapai 98 persen.
"Padahal capaian vaksin kita tinggi, sampai 98 persen. Namun masih saja kita temukan adanya kasus gigitan positif rabies ini," Kata Wijana sebelumnya. (*)
Kumpulan Artikel Badung
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.