Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi
Gubernur Bali Harap Bus TMD Bisa Beroperasi pada Akhir April 2025, FDTB Nantikan
Pengguna transportasi publik di Bali, terutama Trans Metro Dewata (TMD) melakukan audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ngurah Termana, seorang pekerja swasta, yang juga aktif di FDTB, mengatakan harus diakui TMD telah berhasil menjadi acuan bagaimana pelayanan transportasi publik yang baik di Bali.
“Bersih, nyaman, sejuk, aman, harga yang diberikan juga terjangkau, serta koridor yang dilayani juga cukup strategis. Hal-hal seperti ini yang membuat masyarakat merasa kehilangan saat TMD berhenti beroperasi,” kata, Termana.
Selain memberikan dampak yang nyata untuk mobilitas warganya, TMD juga salah satu strategi untuk mengurangi kemacetan di Bali.
Ketiadaan transportasi publik, membuat masyarakat Bali sangat menggantungkan mobilitasnya pada kendaraan pribadi.
Semakin banyak kendaraan pribadi, tentu akan semakin memperparah kondisi kemacetan di Bali, dan tentu kemacetan bukanlah visual dan kondisi yang hendak Bali berikan kepada para wisatawan yang mengunjungi Pulau Dewata.
Selain itu, dengan adanya transportasi publik yang mumpuni, akan mengurangi polusi udara yang disebabkan emisi dari kendaraan bermotor serta menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas.
Oleh karena itu, masyarakat menunggu realisasi janji Gubernur Bali untuk mengoperasikan Trans Metro Dewata di bulan April 2025.
Salah satu indikator daerah atau negara yang maju adalah tersedianya layanan transportasi publik.
Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional sudah seharusnya memiliki transportasi publik yang mumpuni. (*)
Berita lainnya di Bus TMD
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.