Berita Denpasar

Jaya Negara Dukung Operasional TMD dari Kampus Unud Sudirman Menuju Jimbaran

Sebab, dalam survey tersebut dalam sehari hampir tidak ada penumpang yang menggunakan jasa TMD. Menurutnya, paling banyak hanya dua orang.

TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI
BUS - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengaku telah memiliki hasil survey tetkait TMD ini. Hasilnya, TMD tidak memungkinkan lagi untuk digunakan sebagai angkutan umum dengan trayek di Kota Denpasar.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengembalian bus Trans Metro Dewata (TMD), semakin didesak oleh berbagai kalangan.

Namun, operasional TMD di tengah perkotaan Denpasar disebut kurang efektif. Pasalnya operasional TMD di tengah kota disebut sepi penumpang dan menambah kemacetan.

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengaku telah memiliki hasil survey tetkait TMD ini. Hasilnya, TMD tidak memungkinkan lagi untuk digunakan sebagai angkutan umum dengan trayek di Kota Denpasar. 

Sebab, dalam survey tersebut dalam sehari hampir tidak ada penumpang yang menggunakan jasa TMD. Menurutnya, paling banyak hanya dua orang.

Baca juga: VIRAL Seorang Pria Ditangkap Warga di Desa Tusan, Siang Bolong di Atas Genteng, Diduga Hendak Maling

Baca juga: TERJADI LAGI! Bayi Ditemukan Dibungkus Kain Dalam Tas Ransel di Selokan, Ada Apa Dengan Bali?

SOSOK - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengaku telah memiliki hasil survey tetkait TMD ini. Hasilnya, TMD tidak memungkinkan lagi untuk digunakan sebagai angkutan umum dengan trayek di Kota Denpasar. 
SOSOK - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengaku telah memiliki hasil survey tetkait TMD ini. Hasilnya, TMD tidak memungkinkan lagi untuk digunakan sebagai angkutan umum dengan trayek di Kota Denpasar.  (Istimewa)

Dengan minimnya minat masyarakat menggunakan TMD, membuat angkutan tersebut sering kosong ketika keliling trayek di Kota Denpasar. 

Dan menurutnya, hal itu justru menambah kemacetan yang selama ini Kota Denpasar sudah mulai padat kendaraan. 

"TMD, kami menyampaikan apa adanya, kami melakukan survey selama hampir 7 hari itu hampir tidak ada penumpang. Maksimal ada 2 dan juga feeder-feedernya itu ada di tengah jalan. Dengan kondisi kota denpasar yang sudah sedikit macet, TMD yang keliling di Kota Denpasar memang menambah kemacetan," ungkap Jaya Negara

Meski begitu, Jaya Negara mengaku bukan berarti tidak mendukung adanya TMD. Ia lebih mendukung jika operasional TMD dilakukan dengan lebih efektif. 

"Yang kami akan dukung itu, TMD khusus yang untuk mahasiswa Udayana ke Jimbaran itu skala prioritas. Kami tetap mendukung harus ada memang TMD itu, tetapi harus tetap dikaji mana yang lebih efektif, jangan sampai TMD keliling tidak ada penumpang. Kami tetap dukung TMD itu. Tetapi untuk skala prioritas memang dari Sudirman ke kampus Jimbaran," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved